Perundingan Damai AS-Iran Belum Pasti, Harga Minyak Mendidih Lagi

Ragam29 Dilihat

JAKARTA || Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) naik. Hal itu dikarenakan ketidakpastian atas perundingan perdamaian dengan Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 59 sen atau 0,7% menjadi hingga US$ 90,70 per barel. Kontrak acuan tersebut naik 2,8% pada Selasa (21/4).

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk memungkinkan kedua negara melanjutkan perundingan perdamaian. Tujuannya guna mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang perekonomian global.

“Akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka (Iran) diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara,” ucap Trump dikutip dari Reuters, Rabu (22/4/2026).

Pengumuman Trump itu tampaknya bersifat sepihak dan belum jelas apakah Iran atau sekutu AS yakni Israel akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata yang dimulai pada dua minggu lalu.

Apalagi Trump mengatakan akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan pantai Iran, yang sama saja dianggap sebagai tindakan perang oleh para pemimpin Iran.

Tidak ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran. Hanya saja Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran mengatakan Iran belum meminta perpanjangan gencatan senjata dan mengancam blokade AS dengan kekerasan.

Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz yang biasanya menangani sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair global, sebagian besar tetap terhenti. Pada Selasa (21/4), hanya tiga kapal yang melewati jalur tersebut menurut data pengiriman.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *