Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban di Idul Adha 2026, Ada yang Seberat 1.3 Ton

Ragam33 Dilihat

JAKARTA || Presiden Prabowo Subianto membagikan bantuan sebanyak 1.098 sapi kurban pada perayaan Idul Adha 1447 hijriah. Sapi itu dibagikan ke daerah hingga lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat.

“Pada tahun ini dalam rangka hari raya Idul Adha 1447 hijriah bapak presiden berkenan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 sapi kurban yang akan dibagikan,” kata Wamensesneg Juri Ardiantoro, Selasa (25/5/026).

Dari total tersebut, sebanyak 598 sapi dibagikan ke 552 daerah. Ada 46 daerah yang mendapatkan dua sapi karena bobot sapi yang tersedia tidak memenuhi standar sapi presiden. Adapun standar sapi presiden berbobot 800 kg sampai 1,3 ton.

“Ada 552 daerah akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kenapa 552 menerima 598 sapi karena ada 46 daerah yang tidak tersedia dengan sapi kurang standar sapi presiden,” ujarnya.

“Standar sapi presiden adalah 800 kg sampai 1,3 ton. Sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi berbobot sebesar itu. Oleh karena itu ada yang mendapatkan 2 sapi untuk 46 daerah,” lanjutnya.

Selain itu, 500 sapi akan diserahkan ke lembaga lembaga pendidikan hingga tokoh masyarakat. Prabowo berpesan agar sapi itu dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sapi kurban Bapak Presiden akan disampaikan kepada lembaga-lembaga pendidikan. Ada juga ponpes, kemudian juga tokoh masyarakat, tokoh agama sebanyak 500 sapi,” ujar Juri.

“Jadi untuk daerah 598 untuk lembaga sosial keagamaan pesantren tokoh tokoh sebanyak 500,” lanjutnya.

Adapun sapi yang dibagikan presiden tersedia berbagai jenis seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole (PO), Brahman, Angus, Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, dan Charolais. Juri memastikan sapi-sapi itu bukan hanya diperhitungkan dari bobot, tapi juga telah sertifikat sehat.

“Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya yang berat tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat sehat,” ujarnya.

Juri menjelaskan sumber anggaran bantuan sapi kurban itu berasal dari APBN. Totalnya mencapai Rp 100 miliar.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” ujarnya.

Juri menjelaskan, pengadaan 1.098 ekor sapi kurban dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara melalui Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, serta dinas-dinas daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan. Pemerintah juga bekerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) serta para penyedia hewan kurban untuk memastikan seluruh sapi memenuhi syarat dan kualifikasi sebagai hewan kurban.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi, karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi korban,” ujarnya.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *