Nama Trump hingga Macron Masuk Daftar Pembalasan Versi Koran Iran

Ragam31 Dilihat

TEHERAN || Surat kabar di Iran, Hamshahri, merilis daftar nama tokoh dunia yang diklaim akan menjadi target pembalasan atas kematian mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Nama-nama tersebut mulai dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebagai informasi, serangan udara yang dilancarkan AS-Israel menewaskan Khamenei pada 28 Februari lalu, yang menandai hari pertama pecahnya perang di Timur Tengah. Putranya yang kini menjadi sang penerus, Mojtaba Khamenei, telah bersumpah untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.

“Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan,” kata Mojtaba pada Sabtu (11/7) lalu, dalam pesan pertamanya sejak pemakaman sang ayah pekan ini.

“Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka ke liang kubur,” imbuh Mojtaba, dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2026).

Surat kabar Hamshahri, yang dikelola oleh pemerintah kota Teheran, merilis infografis secara daring (online) pada Sabtu (11/7) malam. Infografis tersebut menampilkan foto 13 pemimpin asing yang disandingkan dengan pernyataan tegas dari Mojtaba.

Dalam pesannya, Mojtaba mengatakan pihak Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi target operasi. Kendati demikian, ia tidak menyebutkan nama-nama tersebut secara langsung, dan belum ada indikasi bahwa daftar yang dimuat di surat kabar itu didukung secara resmi oleh otoritas pemerintahan tertinggi.

Adapun dalam infografis tersebut, nama-nama yang dicantumkan meliputi Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Infografis itu sendiri diketahui tidak muncul dalam edisi cetak surat kabar pada hari Minggu (12/7). Tokoh lain yang juga masuk dalam radar target tersebut adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Selama perang berkecamuk, Iran berulang kali menuduh negara-negara Eropa sengaja menutup mata dan gagal mengutuk serangan di wilayahnya. Teheran juga menuding Eropa terlibat karena mengizinkan pesawat-pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka untuk melancarkan serangan.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *