Iran Wanti-wanti Negara Teluk Tak Bantu Militer AS

Ragam20 Dilihat

TEHERAN || Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan negara-negara di kawasan Teluk agar tidak membantu militer Amerika Serikat (AS). Peringatan ini disampaikan setelah Uni Emirat Arab (UEA), salah satu negara Teluk, memutuskan hubungan ekonomi dengan Teheran menyusul serangan terbaru terhadap kapal-kapal mereka.

Negara-negara Teluk dipenuhi dengan instalasi militer AS, termasuk UEA, yang pada Selasa (18/8) menuduh Iran telah menembakkan dua rudal balistik terhadap kapal-kapal mereka di lepas pantainya.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (20/8/2026), memperingatkan negara-negara tetangga Iran di kawasan Teluk untuk tidak memberikan bantuan kepada militer AS di tengah meningkatnya ketegangan regional.

“Kami memperingatkan bahwa segala bentuk bantuan atau fasilitas yang diberikan kepada militer AS, yang bertindak sebagai agresor, akan dianggap sebagai keterlibatan bersama pasukan AS,” tegas Abdollahi dalam peringatannya, seperti dikutip kantor berita Mehr.

Abdollahi, dalam pernyataan via media sosial X, juga mengatakan bahwa negara-negara di pesisir selatan Teluk, yang secara terbuka menyatakan tidak akan mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran, “seharusnya mengetahui bahwa tidak ada satu pun hal yang luput dari pengamatan kami”.

Dia meragukan janji-janji yang disampaikan negara-negara Teluk itu di awal perang.

“Kecil kemungkinannya bahwa pesawat militer dalam jumlah besar, terutama pesawat pengisi bahan bakar, bisa berada di pangkalan-pangkalan regional tanpa sepengetahuan negara tuan rumah,” kata Abdollahi dalam pernyataannya.

Perang meletus pada 28 Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan skala besar AS dan Israel terhadap Iran. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.

Berbagai media melaporkan bahwa Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Bahrain telah menyerang target-target di wilayah Iran sebagai balasan atas serangan Teheran tersebut.

Peringatan terbaru Iran ini disampaikan setelah Abu Dhabi mengumumkan, pada Selasa (18/8), penangguhan seluruh hubungan ekonomi dengan Teheran “hingga pemberitahuan lebih lanjut”. Langkah ini diumumkan setelah UEA menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah kapal-kapalnya di lepas pantai negara itu.

Iran telah membantah pihaknya mendalangi serangan rudal tersebut, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei menyatakan “dengan tegas menolak klaim Uni Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara itu”.

Dia menyebut tuduhan itu merusak kepercayaan dan upaya keamanan regional.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *