Purbaya Jawab Keluhan Penjual Tahu-Tempe Gegara Rupiah Melemah

Ekonomi14 Dilihat

JAKARTA || Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku telah menerima keluhan pedagang dan produsen tahu-tempe yang keuntungannya tergerus karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan yang diterimanya, ia menyebut pedagang tahu-tempe terpaksa menaikkan harga mengingat adanya kenaikan biaya produksi.

Kenaikan biaya produksi ini terjadi lantaran bahan baku tahu dan tempe, yakni kedelai diperoleh dari impor. Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah menyentuh Rp 18.036 hingga penutupan perdagangan, Jumat (5/6) kemarin.

“Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka,” ungkap Purbaya dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

Purbaya mengatakan, saat ini otoritas fiskal dan moneter telah menyepakati berbagai langkah untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter dapat mendorong rupiah lebih stabil sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di level makro dan mikro.

“Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu, tempe, dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi, beban hidupnya secara, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, fundamental ekonomi domestik dalam keadaan yang sangat baik. Ia juga menegaskan akan mempererat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) agar kebijakan moneter dan fiskal sejalan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik serta mengembalikan kepercayaan investor terhadap rupiah.

“Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian. Dan tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *