Bahrumsyah: Pemberian Bantuan Lansia Harus Adil Tanpa Memandang Desil

Politik0 Dilihat

MEDAN || Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN)-Perindo DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, menegaskan pemberian bantuan lanjut usia (Lansia) harus adil tanpa memandang desil. Hal ini sebagai bentuk implementasi sila kelima dalam Pancasila.

Penegasan itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Pulau Harimau, Cingwan Dalam, Gang Nurdin, Lingkungan V, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (11/7/2026)

Hari ini, kata Bahrumsyah, sudah lupa dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. “Orang-orang berkomitmen berke-Tuhanan, namun kelakukan tidak beradab. Jika sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa itu terimplementasi dengan baik, maka sudah terjawab di sila kedua yang berbunyi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,” katanya.

Sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia, sebut Wakil Ketua Komisi III itu, memberi pengertian harus guyub tanpa membedakan antara ras, suku dan agama yang disatukan dalam Bhineka Tunggal Ika. Sementara sila keempat, sambung Bahrumsyah, berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

“Melalui sila keempat itu, kita mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan gotong royong serta musyawarah dan mufakat. Hari ini banyak orang-orang sudah jauh dari kata musyawarah dan mufakat. Padahal, itu merupakan implementasi dari sila keempat,” sebutnya.

Sedangkan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Implementasi dari sila ini, kita meminta Pemkot Medan dapat bersikap adil dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Terlebih terkait bantuan bagi lansia harus adil tanpa memandang desil,” pintanya.

Karena itu, tambah legislator dari Dapil II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan itu, idiologi Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara, Wasbang adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jadi, Pancasila tidak cukup hanya dihafal. Pancasila harus diterapkan atau diimplementasikan dalam sikap sehari-hari. Kalau nilai-nilai Pancasila dijalankan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan damai,” katanya.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *