AS Resmi Cabut Blokade, Kapal Iran Bebas Melenggang

Ragam8 Dilihat

JAKARTA || Militer Amerika Serikat secara resmi telah mencabut blokade terhadap semua kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Langkah ini sesuai dengan perintah Presiden Donald Trump.

“Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal dari atau ke pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM), dilansir Al Arabiya, Jumat (19/6/2026).

“Hari ini, pasukan AS mencabut blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, sesuai dengan perintah Presiden,” kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di media sosial X.

“Semua upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan. Kapal-kapal Angkatan Laut kami yang hebat akan tetap berada di wilayah tersebut untuk memastikan bahwa semua aspek perjanjian dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” imbuh CENTCOM.

Pencabutan blokade Angkatan Laut AS ini merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah.

Trump menandatangani MoU tersebut saat makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.

“Baru saja menandatanganinya,” kata Trump saat keluar dari istana, dilansir AFP.

Secara terpisah, pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

“Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

Ia mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden.

Usai penandatanganan tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran tidak akan mentolerir pelanggaran MoU oleh AS. Dilansir kantor berita Al Jazeera, Jumat (19/6/2026), Ghalibaf mewanti-wanti AS untuk tidak coba-coba melanggar kesepakatan. Apabila itu terjadi, katanya, Teheran tidak akan ragu menghancurkan musuh.

“Jika terjadi itikad buruk, pelanggaran kontrak, dan tuntutan berlebihan dari pihak lawan, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh,” kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *