JAKARTA || Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewanti-wanti kementerian/lembaga membelanjakan anggaran sesuai kebutuhan. Purbaya mengaku memantau ketat belanja kementerian/lembaga.
Purbaya memastikan akan terus memperingatkan Kementerian/Lembaga. Jika peringatan tersebut tidak dipatuhi, maka Kementerian/Lembaga akan tahu sendiri akibatnya.
“Kita akan melihat terus dari waktu ke waktu. Jadi saya akan melihat, kalau belanjanya yang ngawur-ngawuran, kan pasti ada itu. Nanti kita kasih peringatan ke kementerian/lembaga terkait, dan kalau diteruskan kita bisa kasih peringatan bahwa yang ini tidak akan saya bayar,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Purbaya mengatakan langkah ini sudah berjalan sejak 2025, agar belanja negara menjadi lebih terkontrol dengan baik.
“Saya bisa begitu rupanya, dan sudah kita lakukan di tahun 2025 kemarin sehingga belanja lebih terkontrol,” terangnya.
Purbaya menambahkan untuk tahun ini kemungkinan terjadi pelebaran defisit anggaran tidak besar seperti tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada awal tahun ini, dirinya sudah meminta kementerian/lembaga untuk membelanjakan anggarannya secara cepat dan tepat.
“Jangan sampai kayak tahun-tahun sebelumnya, numpuk di akhir tahun sehingga dampak ekonominya tidak optimal. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita,” tutur Purbaya.***DTK










