13 Blok Migas Baru Resmi Dilelang!

Ekonomi29 Dilihat

TANGERANG || Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melelang 13 Wilayah Kerja (WK) migas baru di ajang IPA Convex 2026. WK migas tersebut melalui skema penawaran langsung dan tender reguler.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah memberikan opsi kepada kontraktor untuk memilih skema cost recovery maupun gross split pada masing-masing blok.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif seperti fasilitas perpajakan, depresiasi dipercepat hingga penggantian Domestic Market Obligation (DMO) fee.

“Kami mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secara resmi mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja Migas Indonesia Putaran Pertama Tahun 2026. Sebanyak 13 wilayah kerja ditawarkan melalui skema penawaran langsung dan tender reguler, dengan fleksibilitas tanpa batas maksimal cost recovery,” terang Laode di IPA CONVEX 2026, Tangerang, Rabu (21/5/2026).

Laode mengatakan pihaknya telah membuka akses dokumen lelang mulai 20 Mei 2026. Untuk jalur direct offer, penyerahan dokumen dilakukan hingga 6 Juli 2026. Sedangkan tender reguler sebagian dibuka hingga Juli dan sebagian lainnya sampai September 2026.

Pengaksesan dokumen lelang dan penyerahan dokumen partisipasi dilakukan secara daring melalui situs resmi Kementerian ESDM.

Dari 13 WK yang ditawarkan, dua blok masuk jalur direct offer yakni WK Natuna D-Alpha dan WK Sapukala. WK Natuna D-Alpha berada di lepas pantai Natuna dengan estimasi sumber daya mencapai 2,865 miliar barel minyak (MMBO). Sementara WK Sapukala di Selat Makassar diperkirakan memiliki potensi gas sebesar 2,309 BSCF.

Sisa 11 blok lainnya dilelang melalui tender reguler, berikut rinciannya

1. WK Rupat di offshore dan onshore Riau serta offshore Sumatra Utara dengan estimasi sumber daya kurang lebih 1,110 MMBO.

2. WK Puri di onshore Riau dengan estimasi sumber daya sekitar 1,915 MMBO.

3. WK Pesut Mahakam di Kalimantan Timur dengan estimasi sumber daya 1,336 MMBOE.

4. WK Bengara II di Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 1,057 MMBO.

5. WK Maratua II di Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 3,279 MMBO.

6. WK Namori di offshore NTT dengan estimasi sumber daya mencapai 17,475 MMBO atau 38,5 TCF gas.

7. WK South Tanimbar di Laut Arafura dengan estimasi sumber daya 5,6 TCF gas.

8. WK Cerera di offshore Papua dengan estimasi sumber daya 1,487 MMBO dan 1,3 TCF gas.

9. WK Areca Bruni di Papua Barat Daya dengan estimasi sumber daya 2,985 MMBOE.

10. WK Rombebai di Papua dengan estimasi sumber daya gas 14,75 TCF.

11. WK Jayapura di Papua dengan estimasi sumber daya gas mencapai 19,4 TCF.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *