JAKARTA || Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi bahan ejekan pemirsa stasiun televisi AS setelah menyebut Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi “muda dan tampan.”
Trump bertemu dengan PM Irak tersebut di Gedung Putih pada Selasa (14/7) ketika ia memberikan beberapa pujian di depan pers yang menunggu. Setelah mengucapkan terima kasih atas pertemuan mereka, Trump kemudian berkata: “Dan dia seorang pria muda. Dia muda dan tampan, itu yang tidak saya sukai, saya tidak senang tentang itu,” sambil bercanda menepuk kakinya.
Para pemirsa Fox News yang menonton cuplikan percakapan tersebut di media sosial X kemudian mengomentari tindakan Trump itu.
“Jadi, strategi diplomasi baru Trump adalah ‘puji orang itu dan berharap pertemuan berjalan lebih lancar’.” Ini terjadi setelah Trump dituduh “semakin tidak waras setiap harinya,” tulis seorang pengguna X, dilansir media Irish Star, Rabu (15/7/2026).
Netizen lainnya menuliskan: “Mengapa dia harus mengomentari penampilan setiap orang?” “Aneh sekali.”
Komentar lainnya berbunyi, “Kecemburuan Trump adalah satu-satunya pendorong dalam segala hal yang dia lakukan dan telah lakukan dalam hidupnya yang menyedihkan.”
Komentar keempat berbunyi, “Tambahkan ke daftar komentar aneh dan tidak pantas tentang penampilan pria.”
Trump bertemu dengan al-Zaidi di Ruang Oval, Gedung Putih di tengah ketegangan yang kembali meningkat dengan Iran.
Dilaporkan bahwa al-Zaidi akan menandatangani perjanjian dengan Trump yang berfokus pada energi dan perdagangan, yang akan meningkatkan investasi di perusahaan-perusahaan AS.
Juru bicara pemerintah Irak, Haider al-Aboudi, mengatakan kepada wartawan bahwa kunjungan ke Gedung Putih akan menandai pergeseran dalam hubungan kedua negara “dari kerangka manajemen krisis ke kemitraan ekonomi strategis.”
Menurut al-Aboudi, fokus pertemuan tersebut bukanlah untuk mencapai kesepakatan “sementara”, tetapi untuk membangun “kemitraan jangka panjang yang tahan lama, yang melayani kepentingan bersama kedua negara.”***DTK











