Tom Lembong Sebut Sepi Peminat, Bahlil: Kalau Belum ke IKN Jangan Banyak Omong!

Ragam914 Dilihat

JAKARTA || Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menanggapi pernyataan Co-Captain 2 Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Thomas Lembong soal minat investasi di IKN. Thomas menilai IKN sudah sepi investor sejak awal, bukan karena kritik yang dilayangkan ke proyek tersebut.

Menurut Bahlil apa yang disampaikan Thomas adalah halusinasi. Menurut bahlil orang yang berhalusinasi hanya merasa benar terhadap pemikirannya tanpa melihat kondisi objektif.

“Itu halusinasi. Jadi orang-orang yang merasa benar terhadap pemikirannya tanpa melihat kondisi objektif, tapi memaksakan kehendak untuk orang percaya terhadap apa yang disampaikan itu namanya halusinasi,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Bahlil menjelaskan sudah ada pembagian klaster di IKN dengan sejumlah proyek seperti hotel, taman kota, pusat olah raga, hingga rumah sakit. Pembangunan infrastruktur di IKN juga terus berlanjut.

Bahlil lalu mempertanyakan apakah Thomas pernah mengunjungi IKN atau tidak. “Coba cek Tom Lembong kapan ke IKN. Kalau belum pernah ke IKN jangan banyak ngomong ya,” tegasnya.

Menurutnya, saat Thomas menjabat kepala BKPM memang belum ada IKN. Bahlil menilai pendapat Thomas soal IKN adalah keliru.

“Kalau dia kan jadi kepala BKPM kan belum ada IKN. Jadi ya dia aja punya pikiran begitu. Saya kan nggak. Yang hari ini jadi Menteri Investasi Kepala BKPM kan saya, bukan Tom. Jadi itu pikirannya keliru,” tuturnya.

Sebelumnya dikutip dari CNN Indonesia, Co-Captain 2 Timnas AMIN Thomas Lembong mengatakan, investor memang sudah meragukan IKN Nusantara sedari awal dibangun.

“Itu (ucapan Bahlil) nonsense (omong kosong) lah. Investor kan sudah ragu dari awal, bukan ragu sekarang. Ya kan?” jelas Thomas usai Diskusi Publik Timses Capres Cawapres di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Ia menyindir berbagai kesepakatan alias Letter of Intent (LoI) dari investor asing yang tak kunjung terealisasi. Pria yang akrab disapa Tom juga mengkritik dalih Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut ingin mengutamakan investor lokal di IKN.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *