JAKARTA || Tegang! Kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan di dekat sebuah kapal pesiar Inggris yang disebut melakukan “pendekatan berbahaya” di Selat Inggris. Namun, otoritas Inggris menilai bahwa tembakan tersebut “tidak ditujukan ke kapal tersebut”.
Insiden pada Selasa (16/6) waktu setempat tersebut melibatkan kapal fregat Rusia Admiral Grigorovich dan sebuah kapal pesiar yang terdaftar di Inggris sekitar 20 mil laut di selatan Isle of Wight, tepat di luar perairan Inggris, kata sumber pertahanan Inggris, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2026).
Ketegangan terbaru di laut antara London dan Moskow tersebut terjadi setelah pasukan komando Inggris mencegat dan menaiki kapal yang diduga milik armada bayangan Rusia pada hari Minggu lalu, juga di Selat Inggris.
Insiden tersebut bertepatan dengan pertemuan para pemimpin G7 di Prancis dan kesepakatan pada hari Selasa untuk meningkatkan tekanan pada Rusia, guna mengakhiri perang melawan Ukraina yang telah berlangsung empat tahun lebih.
“Setelah upaya untuk menghubungi kapal Inggris di selat tersebut, Grigorovich melepaskan tembakan peringatan. Tembakan ini tidak ditujukan ke kapal tersebut dan merupakan upaya untuk mencegah kemungkinan tabrakan,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan terbaru insiden pada hari Selasa (16/6) tersebut.
Kementerian tersebut menegaskan bahwa itu adalah insiden “terisolasi” yang tidak terkait dengan pencegatan kapal lain oleh Inggris pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan “suar sinyal ditembakkan dan sinyal suara dibunyikan” untuk menarik perhatian kapal pesiar tersebut.
“Meskipun tindakan ini telah dilakukan, kapal tersebut terus mendekat dengan berbahaya,” kata kementerian Rusia tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Setelah itu, komandan fregat memutuskan untuk menembakkan tembakan peringatan ke arah kapal menggunakan senjata ringan kapal,” imbuh kementerian.
Sepasang suami istri pensiunan Inggris yang berada di atas kapal pesiar tersebut, Jane dan Alan Kelvey, menggambarkan pengalaman itu sebagai “suram” dalam sebuah wawancara dengan BBC.
Jane Kelvey mengatakan kapal perang itu membunyikan klaksonnya lima kali.
“Kemudian sekitar satu menit kemudian mereka membunyikan klaksonnya lima kali lagi, segera diikuti oleh empat hingga lima tembakan senjata ringan,” kata Jane Kelvey.
“Itu tidak ditujukan kepada kami — itu adalah tembakan peringatan yang mengarah ke udara, menurut keyakinan kami.”
Ia mengatakan kapal mereka tidak berada di jalur tabrakan, membantah tuduhan Rusia bahwa kapal pesiar itu berada dalam pendekatan yang “berbahaya”.
Alan Kelvey mengatakan tembakan itu “tidak perlu”.***DTK
