Memanas! Hizbullah Hancurkan 3 Tank Tempur Israel

Ragam16 Dilihat

JAKARTA || Kelompok Hizbullah mengklaim telah menghancurkan tiga tempur tank Israel. Ini terjadi beberapa jam setelah media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan tiga orang.
Pertempuran itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang Timur Tengah di semua lini, termasuk di Lebanon.

Hizbullah, kelompok militan di Lebanon yang didukung Iran, mengatakan bahwa para petempurnya menargetkan “tiga tank Merkava dengan rudal berpemandu, yang menyebabkan kehancuran dan terbakarnya tank-tank tersebut”.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/6/2026), Hizbullah mengatakan bahwa hal ini terjadi setelah pasukan Israel “yang terdiri dari satu peleton lapis baja dan satu peleton infanteri (berusaha) untuk menyusup ke sisi utara perbukitan Ali al-Taher” — sebuah lokasi strategis yang menghadap kota penting Nabatieh.

“Pertempuran masih berlangsung,” kata Hizbullah dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (19/6).

Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada bulan Maret lalu, dengan menyerang Israel untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada awal serangan AS-Israel.

Israel kemudian membalas dengan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon dan dengan melancarkan invasi darat di Lebanon selatan, yang berbatasan dengan Israel dan telah lama berada di bawah pengaruh Hizbullah.

Konflik terus berlanjut meskipun ada kesepakatan damai AS-Iran.

Sebelumnya, Hizbullah mengatakan pada hari Kamis (18/6), bahwa mereka sedang melawan “pasukan tentara musuh Israel yang mencoba maju dari kota Arnoun menuju pinggiran Kfar Tibnit, dekat Nabatieh”.

Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA) melaporkan pada hari Kamis bahwa “sebuah drone musuh menargetkan sebuah mobil” di daerah Kfar Tibnit, menewaskan dua orang.

Di desa tetangga Zebdine, drone lain menewaskan satu orang lagi, lapor NNA.

Sementara itu, militer Israel mengumumkan kematian salah satu tentaranya pada malam sebelumnya dalam sebuah insiden di Lebanon selatan, yang juga menyebabkan tujuh orang lainnya terluka.***DTK