Rudal Balistik Iran Hantam Pangkalan Militer Terbesar AS di Qatar

Ragam6 Dilihat

DOHA || Sebuah rudal balistik Iran menghantam pangkalan militer terbesar Amerika Serikat (AS), Al-Udeid, di Qatar pada Selasa (3/3) malam. Ini terjadi seiring Teheran terus menyerang target-target di negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel.

Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan kantor berita Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026), mengatakan bahwa Qatar menjadi sasaran dua rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Selasa (3/3) malam waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal Iran tersebut. Namun, satu rudal lainnya menghantam kompleks pangkalan militer Al-Udeid, yang terletak di barat daya ibu kota Doha dan merupakan pangkalan terbesar AS di Timur Tengah.

“Sistem pertahanan udara berhasil mencegat salah satu rudal, sementara rudal kedua menghantam pangkalan Qatar Al-Udeid, tanpa menimbulkan korban jiwa,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Qatar.

Tidak disebutkan lebih lanjut apakah rudal Iran itu menyebabkan kerusakan material pada kompleks Pangkalan Al-Udeid.

Pangkalan Udara Al-Udeid, yang terletak di area gurun di luar ibu kota Doha, menurut Reuters, merupakan markas besar terdepan untuk Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengarahkan operasi militer AS di wilayah yang membentang dari Mesir di bagian barat hingga Kazakhstan di bagian timur.

Dengan luas mencapai 24 hektar, Pangkalan Udara Al-Udeid merupakan pangkalan militer terbesar AS di kawasan Timur Tengah, dengan menampung sekitar 10.000 tentara.
Lebih lanjut ditegaskan Kementerian Pertahanan Qatar bahwa Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kemampuan penuh untuk melindungi kedaulatan dan wilayah negaranya, serta tetap siap untuk merespons secara tegas setiap ancaman eksternal.

Kementerian juga mengimbau warga negara Qatar, para penduduk, dan pengunjung untuk tetap tenang, mematuhi instruksi resmi, dan hanya mengandalkan informasi yang terverifikasi, bukan rumor-rumor yang beredar.

Pada Selasa (3/3), Qatar mendeteksi tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone bunuh diri yang mengarah ke wilayah udaranya sejak dimulai serangan pembalasan Iran. Ditegaskan oleh Doha bahwa semua rudal itu dan sebanyak 24 drone di antaranya telah dicegat di udara.

Ketegangan meningkat di seluruh kawasan Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar secara terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Laporan terbaru Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *