Rico Waas: Penguatan Ekonomi Masyarakat Dalam Penanganan Narkoba dan Kriminalitas

Medan8 Dilihat

MEDAN || Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminalitas. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan produktif.

Demikian dikatakan Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan mewakili Wali Kota Medan, Rico Waas saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula FISIP USU, Rabu (29/7/2026).

Rico Waas mengatakan, persoalan narkoba dan kriminalitas tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum semata. Pemerintah juga harus mampu menghadirkan lapangan pekerjaan, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki pekerjaan tetap dan sumber penghasilan yang memadai akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus menghindari berbagai tindakan yang melanggar hukum. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan terus mendorong berbagai program pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari upaya pencegahan sosial terhadap penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas.

Selain itu, Rico Waas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran narkoba dan aksi kriminal.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba maupun tindak kriminal. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini sebelum permasalahan berkembang lebih luas.

Di sisi lain, Pemko Medan berkomitmen untuk terus memperluas program pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelatihan kewirausahaan, akses permodalan bagi UMKM, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif. Program-program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Rico Waas berharap penguatan ekonomi masyarakat dapat menjadi fondasi dalam menciptakan Kota Medan yang lebih aman, maju, dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba dan kriminalitas membutuhkan kerja sama seluruh pihak, sehingga pembangunan ekonomi dan keamanan dapat berjalan beriringan demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Kajian BRIDA Medan bersama FISIP USU dilakukan di Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area. Kajian disusun tim ahli yang diketuai Dr. Fernanda Putra Adela, SSos MA dengan anggota Dr. Arief Marizki Purba, SE SSos MSi dan Eka Prahadian Abdurahman, SIKom MKM ICAP I.

Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan masuk kategori Bahaya untuk dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta Waspada untuk kriminalitas. Medan Johor memiliki tingkat kerentanan tertinggi, dengan 57,5 persen responden berada pada segmen risiko tinggi. Sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling dominan diketahui masyarakat, sementara pengaruh teman sebaya menjadi faktor paling dominan yang mendorong penyalahgunaan narkoba.

Kajian juga menemukan penyalahgunaan narkoba tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas. Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya prediktor yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kriminalitas. Penelitian juga menemukan hubungan kuat antara defisit kesehatan sosial dan kemiskinan.

Atas temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial secara terpadu melalui penguatan pencegahan narkoba, dukungan ekonomi masyarakat, ketahanan komunitas, dan sinergi lintas sektor. Seminar menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, MA ICAO I, Direktur PIMANSU, sebagai narasumber/pembahas dan Ira Riska Aisyah Lubis, SSos MSi sebagai moderator, serta dihadiri Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar, perwakilan BNN Sumut, dan sejumlah OPD Pemko Medan.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *