Malaysia Sita Kargo Tujuan Israel, Anwar Ibrahim Tegaskan Hal Ini

Ragam7 Dilihat

MALAYSIA || Perdana Menteri Malaysia (PM) Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap tegas Malaysia untuk tidak membiarkan negaranya menjadi titik transit bagi kargo apa pun yang berkontribusi terhadap operasi militer Israel.

Penegasan ini disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg, seperti dilansir Malay Mail dan Straits Times, Rabu (16/9/2026), menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.

Kontainer-kontainer itu ditahan di Pelabuhan Tanjung Pelepas, salah satu pelabuhan terbesar di Malaysia.

Dalam pernyataan menanggapi laporan Bloomberg, Anwar Ibrahim menegaskan sikap dan posisi Malaysia terhadap Israel. Dia menyatakan bahwa Malaysia tetap berkomitmen mencegah wilayahnya digunakan untuk mendukung agresi militer atau tindakan yang merugikan nyawa orang-orang tidak berdosa.

“Posisi Malaysia jelas dan tegas. Kami tidak akan membiarkan negara kami dijadikan jalur bagi pengiriman apa pun yang mendukung atau berkontribusi terhadap kemampuan militer dan kekejamannya terhadap rakyat Palestina dan nyawa orang-orang tidak berdosa lainnya,” tegas Anwar Ibrahim dalam pernyataan via media sosial X.

“Setiap pengiriman yang mencurigakan akan dikenakan pemeriksaan dan penyelidikan sesuai dengan aturan hukum Malaysia,” ucapnya.

“Jika pelanggaran terbukti, tindakan tegas akan diambil,” tegas PM Malaysia tersebut.

Laporan Bloomberg, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, menyebutkan bahwa tiga kontainer tujuan Pelabuhan Ashdod, sebelah selatan Tel Aviv, telah ditahan oleh otoritas Malaysia di Pelabuhan Tanjung Pelepas sejak 19 Agustus lalu.

Kontainer-kontainer tersebut belum dilepaskan hingga kini karena otoritas Malaysia sedang memeriksa muatannya.

Penyitaan ini menyusul penahanan awal terhadap sebuah kontainer lainnya pada 7 Agustus lalu, yang berasal dari Filipina. Menurut pernyataan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia pada saat itu, kontainer itu dicurigai berisi senjata karena ditujukan kepada Elbit Systems, sebuah perusahaan teknologi pertahanan Israel.

Data pelacakan Hapal-Lloyd, perusahaan kontainer yang mengangkut muatan tersebut, menunjukkan bahwa kontainer yang dicurigai Malaysia itu masih berada di Tanjung Pelepas.

Menanggapi penyitaan pada 7 Agustus lalu, Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Malaysia tidak akan menjadi jalur bagi arus perdagangan yang dapat mendukung atau berkontribusi terhadap “kekejaman rezim Israel”.

Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik maupun hubungan perdagangan dengan Israel. Sentimen pro-Palestina semakin menguat di Malaysia setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023, yang memicu protes publik dan aksi boikot secara luas.

Pada Desember tahun lalu, Anwar Ibrahim melarang perusahaan Israel, ZIM Integrated Shipping Services, untuk menggunakan pelabuhan-pelabuhan Malaysia.***DTK

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *