Komnas HAM Minta Kerusuhan di Wamena yang Tewaskan 10 Orang Diusut Tuntas

Kriminal650 Dilihat

JAKARTA || Kericuhan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dan menewaskan 10 orang akibat adanya isu penculikan. Komnas HAM meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini agar terang benderang.

“Mendorong aparat penegak hukum melakukan langkah-langkah prosedural untuk mengungkap fakta peristiwa dan upaya pemulihan terhadap korban maupun keluarga korban,” kata Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/2/2023).

Atnike mengatakan pihaknya turut berdukacita atas kejadian ini. Dia turut mengajak seluruh pihak tidak main hakim sendiri.

“Mengajak semua pihak untuk mengedepankan pendekatan sesuai prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam proses penegakan hukum dan tidak menggunakan aksi kekerasan (main hakim sendiri),” katanya.

Selanjutnya, dia juga mengajak masyarakat hingga tokoh agama untuk bersama-sama mendinginkan suasana. Hal ini guna mencegah kericuhan kembali terjadi.

“Mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk meredakan suasana (cooling down system) agar eskalasi kekerasan tidak terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Komnas HAM nantinya akan memantau perkembangan situasi di Wamena. Komnas HAM dalam hal ini akan berkoordinasi dengan Pemda, TNI hingga Polri dalam pemulihan ini.

“Komnas HAM akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua, Polri, TNI, tokoh-tokoh adat, pemimpin agama, gereja, dan organisasi masyarakat sipil untuk terus mendorong pemulihan situasi HAM dan kehidupan masyarakat di Wamena,” ujarnya.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan ada 18 orang personel TNI dan Polri yang terluka.

“Atas insiden di Wamena, korban luka-luka dari aparat ada 18 orang, yang 16 di antaranya terkena lemparan batu dan 2 orang terkena panah, yakni 1 perwira polisi dan 1 anggota TNI. Dan ini sudah kita minta untuk segera ditangani,” ujar Fakhiri seperti dilansir detikSulsel, Jumat (24/2).

Fakhiri mengatakan ada 10 orang yang tewas dan 14 warga mengalami luka-luka. Dia mengatakan ada 13 rumah yang dibakar saat kerusuhan pecah.

“Jadi 10 korban jiwa ini dua di antaranya merupakan korban dari amukan massa perusuh. Lalu delapan orang lainnya merupakan massa perusuh,” katanya.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *