Kolaborasi Pemko-TNI Pulihkan Akses Ekonomi di Tiga Kecamatan

Medan4 Dilihat

MEDAN || Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama TNI memperkuat kolaborasi dalam upaya memulihkan akses ekonomi masyarakat di tiga kecamatan, yakni Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dan percepatan pemulihan fasilitas maupun akses yang mendukung aktivitas masyarakat.

Hal ini dilakukan peresmian Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026). Peresmian tersebut menjadi langkah penting dalam memulihkan konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tiga kecamatan di Kota Medan itu.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menghubungkan kembali Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun setelah jembatan lama ambruk diterjang banjir. Jembatan itu diresmikan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ditandai pemotongan pita secara bersama.

Kolaborasi Pemko Medan dan TNI diarahkan untuk memastikan mobilitas warga kembali berjalan dengan baik, terutama pada wilayah yang menjadi jalur aktivitas ekonomi masyarakat. Pemulihan akses dinilai penting karena kelancaran transportasi dan konektivitas turut menentukan keberlangsungan perdagangan, usaha mikro, serta kegiatan ekonomi lainnya.

Pemko Medan menilai keterlibatan TNI menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektor dalam mempercepat penanganan kondisi di lapangan. Dengan dukungan personel dan koordinasi yang terarah, berbagai pekerjaan pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga masyarakat tidak terlalu lama mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di Kecamatan Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun, akses masyarakat memiliki peran strategis karena kawasan tersebut terhubung dengan berbagai pusat permukiman, perdagangan, jasa, dan aktivitas pemerintahan. Karena itu, pemulihan akses tidak hanya menyangkut kepentingan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

Pemko Medan juga mendorong agar proses pemulihan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan warga serta kondisi lingkungan sekitar. Koordinasi antara perangkat daerah, TNI, dan unsur terkait diperlukan agar penanganan dapat berjalan tepat sasaran sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Selain memulihkan akses, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat wilayah. Akses yang kembali lancar akan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk beraktivitas, distribusi barang berjalan lebih baik, dan masyarakat dapat menjalankan kegiatan ekonomi tanpa kendala berkepanjangan.

Kolaborasi Pemko Medan dan TNI tersebut menjadi bukti pentingnya kerja bersama dalam mempercepat pemulihan wilayah. Pemerintah berharap sinergi lintas sektor terus dipertahankan sehingga akses ekonomi masyarakat di Medan Polonia, Medan Johor, dan Medan Maimun dapat kembali optimal serta memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan kesejahteraan warga.***WASGO