Iran Siap Kawal Kapal Lintasi Selat Hormuz, Menlu Jepang Bilang Begini

Ragam10 Dilihat

JAKARTA || Jepang tidak mempertimbangkan untuk meminta Iran mengizinkan kapal tanker Tokyo melewati Selat Hormuz di tengah konflik Timur Tengah. Teheran mengatakan siap mengawal kapal-kapal Jepang melintasi selat strategis tersebut.

Dilansir AFP, Senin (23/3/2026), Jepang bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati selat tersebut, yang terletak di Teluk Persia.

Namun, Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan minyak.

Ditanya tentang apakah pemerintah akan mendesak Iran untuk mengizinkan kapal-kapal Jepang melewati Hormuz, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan pada Minggu (22/3), dalam sebuah program Fuji Television bahwa “untuk saat ini, kami tidak memikirkan hal itu”.

Komentarnya muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3), bahwa Teheran siap untuk memastikan jalur pelayaran yang aman bagi Jepang.

“Mereka hanya perlu menghubungi kami sehingga kami dapat membahas bagaimana transit ini dapat dilakukan,” tambah Araghchi.

Motegi berbicara dengan rekan sejawatnya dari Iran, Araghchi, pada Selasa (17/3), tetapi ia mengatakan kepada Fuji Television bahwa tidak ada penyebutan dari rekannya tentang bantuan untuk kapal-kapal Jepang.

“Keselamatan navigasi sangat penting. Itulah yang kami bicarakan,” kata Motegi.

Dalam wawancara Kyodo News, Araghchi membantah bahwa jalur tersebut ditutup, dan bersikeras “dari perspektif kami, selat itu terbuka”.

“Itu hanya ditutup untuk kapal-kapal milik musuh kita–negara-negara yang menyerang kita. Untuk negara lain, kapal-kapal (mereka) dapat melewati selat tersebut,” kata Araghchi menurut transkrip wawancara berbahasa Farsi yang diposting di saluran Telegram-nya.

Pekan lalu, Tokyo mengatakan akan mulai melepaskan cadangan minyak strategisnya, yang termasuk yang terbesar di dunia.***DTK