Harga Ayam Hingga Bumbu Dapur Naik, Pemko Medan Sidak Pasar dan Siapkan Intervensi Harga

Medan14 Dilihat

MEDAN || Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar yakni Pasar Petisah dan Sei Sikambing Medan untuk memantau kenaikan harga kebutuhan pokok, mulai dari daging ayam hingga bumbu dapur. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan stabilitas harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, Kamis (27/08/2026).

Sidak dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah didampingi Kadis UKM Koperindag Hendra Ridho Siregar, Kadis Ketapang Pertanian dan Perikanan, Ahmad Untung Lubis dan Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan, sebagai tindaklanjut dari instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga ayam saat ini berada di kisaran Rp 50 ribu. Kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi berkurangnya pasokan ayam ke pasar. Selain ayam, pengecekan juga menyasar sejumlah komoditas lain yang dikeluhkan masyarakat mengalami kenaikan, seperti cabai dan bawang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah berharap harga ayam bisa berada di kisaran Rp35 ribu. Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat meningkat.

Kenaikan harga daging ayam menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Selain ayam, sejumlah bumbu dapur seperti cabai, bawang, dan komoditas lainnya juga mengalami perubahan harga. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dalam sidak tersebut, Pemko Medan tidak hanya melihat harga jual, tetapi juga memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia. Ketersediaan pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga, sebab gangguan distribusi maupun berkurangnya pasokan dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Pemko Medan selanjutnya menyiapkan sejumlah langkah intervensi apabila kenaikan harga terus berlanjut. Intervensi tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait dan para pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan komoditas tetap lancar serta harga tidak mengalami lonjakan yang membebani masyarakat.

Selain melakukan pemantauan di pasar, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan distributor dan pihak terkait. Upaya ini diperlukan untuk mengetahui kondisi rantai pasok dari tingkat produsen hingga pedagang sehingga pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat dalam merespons pergerakan harga.

Pemantauan harga juga menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi inflasi daerah. Pemko Medan berkepentingan menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang, kelancaran distribusi, dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat menyebabkan kelangkaan barang di pasaran. Pemerintah juga meminta para pedagang tetap menjual komoditas secara wajar dengan memperhatikan kondisi pasokan dan perkembangan harga dari tingkat distributor.

Melalui sidak dan rencana intervensi harga tersebut, Pemko Medan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah berharap langkah pengawasan, koordinasi, dan intervensi yang disiapkan dapat menekan dampak kenaikan harga ayam dan bumbu dapur sekaligus menjaga daya beli masyarakat Kota Medan.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *