MEDAN || Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mempromosikan potensi strategis Sumut sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat, saat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, hari ini.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby menekankan posisi geografis Sumut yang berada di jalur strategis Selat Malaka sehingga membuka peluang besar di sektor investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional.
“Sumatera Utara memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat melalui Selat Malaka. Kondisi ini membuka banyak peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia,” ujar Bobby.
Selain mempromosikan letak geografis, Bobby juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,53%. Menurutnya, pertumbuhan tersebut terus dijaga melalui penguatan berbagai sektor strategis daerah.
Sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit, disebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian Sumut maupun nasional. Karena itu, Pemprov Sumut mendukung kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat agar produk sawit memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah.
“Pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan hilirisasi kelapa sawit. Produk CPO tidak hanya diekspor, tetapi juga harus diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,” kata Bobby.
Turut mendampingi Gubernur Sumut dalam pertemuan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Dedi Jaminsyah Putra, serta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.***WASGO
