Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela, Terbesar dalam Seabad

Ragam13 Dilihat

CARACAS || Warga Venezuela dikejutkan oleh dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang dalam waktu berdekatan pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, ini merupakan gempa terbesar di negeri itu dalam lebih dari seabad.

USGS melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa dahsyat, atau gempa kembar, yang berkekuatan Magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. USGS mencatat kedua gempa terjadi dalam selisih waktu hanya 39 detik. Menurut USGS, gempa M 7,5 ini adalah gempa terbesar yang melanda negara itu atau di lepas pantainya sejak tahun 1900.

Gempa pertama berpusat di area berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Lokasi itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas. Gempa kedua ini mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama tersebut.

Saat gempa mengguncang, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6/2026), banyak warga Venezuela sedang berada di dalam rumah karena ada hari libur nasional untuk memperingati kemenangan militer tahun 1821 — peristiwa yang turut mengukuhkan kemerdekaan negara itu dari Spanyol.

“Begitu gempa mulai terasa, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlarian menuruni tangga,” tutur Astrid Ramirez, seorang warga Venezuela berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat.

Warga di seluruh Caracas, yang pernah merasakan gempa mematikan berkekuatan Magnitudo 6,3 pada tahun 1967 silam, bergegas menyelamatkan diri saat bangunan-bangunan berguncang keras.

“Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, termasuk wadah-wadah di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya,” kata Coro Martinez, warga berusia 56 tahun yang tinggal di Caracas bagian timur.

Bagi Maria Romero, seorang pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan, gempa dahsyat pada Rabu (24/6) itu terasa lebih buruk dibandingkan gempa mematikan tahun 1967 silam. Romero dibantu oleh polisi setempat saat mengungsi dari rumahnya.

“Gempa bumi ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa bumi tahun 1967,” sebutnya.

Seorang warga Venezuela lainnya, yang berusia 41 tahun dan tidak ingin disebut namanya, menuturkan dirinya menerima peringatan gempa di ponselnya sesaat sebelum guncangan bertambah kuat.

“Saat saya mengambil ponsel dan mulai mendengarkan pesan peringatan itu, awalnya saya merasakan guncangan ringan. Lalu, dalam waktu kurang dari dua detik, segalanya mulai berguncang hebat,” ucapnya.

Laporan sejumlah pejabat lokal dan saksi mata di lokasi terdampak gempa menyebut gedung-gedung roboh, dengan upaya penyelamatan sedang berlangsung dan jumlah korban luka terus bertambah. Namun otoritas Venezuela belum merilis data resmi untuk jumlah korban tewas atau korban luka, serta kerusakan yang terjadi.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *