Edwin Sugesti Nasution Wasbang, Sekolah Miliki Peran Strategis Tanamkan Nilai-Nilai Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Politik7 Dilihat

MEDAN || Anggota DPRD Kota Medan, Edwin SUgesti Nasution, SE, MM melaksanakan kegiatan Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Azizi, Jalan Kesatria, Kelurahan Pahlawan Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (9/8/2026).

Dihadapan ratusan yang kebanyakan ibu-ibu, Edwin memgawali perkenalan diri yang pernah menempa ilmu SD di Sekolah Azizi dan menenjelaskan sosialisasi Idiologi Psncasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilakukannya, bertujuan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila, meningkatkan rasa nasionalisme, memelihara toleransi, serta mencegah potensi konflik berbasis suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di tengah keberagaman masyarakat khususnya Kota Medan.

Dalam sambutannya, Edwin Sugesti Nasution dari Praksi PAN Medan DPRD Medan itu, menegaskan bahwa penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting, seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan berbagai tantangan baru yang dapat memengaruhi karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda seperti pudarnya nilai Pancasila, maraknya hoaks dan lunturnya rasa cinta tanah air akibat paparan budaya asing tanpa saringan yang kuat.

“Kita melihat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa mulai menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila harus terus ditanamkan agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan bahwa Kota Medan sebagai kota multikultural yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi secara berkelanjutan. Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi pelajar yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

“Cinta tanah air, semangat persatuan dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus ditanamkan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada,” katanya seraya mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di dunia digital.

“Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut, Edwin menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa bentuk penerapannya antara lain menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati perbedaan suku dan budaya, mengedepankan semangat gotong royong, mematuhi aturan yang berlaku, serta berperan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Sekolah Miliki Peran Strategis

Menurut Edwin, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan idiologi Pancasila kepada peserta didik melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Di sekolah, kata Edwin sangat penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air, Pancasila, dan nilai bela negara kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk membentuk anak muda yang disiplin, kuat, dan peduli pada persatuan.

Edwin pun mengurai antara lain beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan di sekolah, antara lain adalah pengenalan dan pembelajaran bahasa serta budaya daerah, pelaksanaan upacara bendera yang mengandung nilai- nilai kebangsaan, pengajaran lagu-lagu nasional, serta peringatan hari-hari besar nasional yang menguatkan semangat kebangsaan.

Oleh karena itu, Sekretaris PAN Medan ini mengharapkan, Pendidikan Pancasila harus dipertahankan di Sekolah, karena kita khawatir banyak pelajar/generasi muda dengan dunia digitaliasi dan perkembangan media sosial saat ini terjadi perubahan yang memenghadirkan berbagai tantangan baru, berpengaruhi kepada karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda seperti pudarnya nilai Pancasila, maraknya hoaks dan lunturnya rasa cinta tanah air akibat paparan budaya asing tanpa saringan yang kuat

Melalui kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, Edwin Saputra berharap kususnya generasi muda semakin memahami jati diri bangsa Indonesia, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, serta mampu menjadi generasi penerus yang menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa depan.

Diapun menguingatkan, hati-hati dalam bermedia sosial. Bila melanggar UU ITE bisa dipenjara. Intinya adalah bijak-bijaklah menggunakan media sosial, karena kebenarannya belum pasti,”tuturnya seraya menjelaskan Wawasan Kebangsaan bagaimana memandang kehidupan bernegara.

Diakhir kegiatan dibuka tanggapan kepada masyarakat yang berhadir, sebanyak enam orang memberikan pertanyaan dan menyampaikan keluhan, diantaranya Pak Lubis, Ibu Ningsih, Ibu Gadis, Ibu Siti Wirna Wati. Secara umum tanggapan menyangkut MBG, tak pernah dapat bantuan, cara memilih pemimpin dan lainnya. Edwin pun memberikan jawaban dengan menyampaikan fungsi dan tugas dan sebagai anggota DPRD Medan yakni: menyusun peraturan, menetapkan anggaran dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Tiga hal tersebut sebagai anggota DPRD Medan sudah dijalankan sebagai wakil rakyat antara lain mengusulkan dan menetapkan Perda UMKM dan lainnya. “Sebagai kepedulian saya kepada masyarakat, saya mendirikan Rumah Aspirasi Edwin Sugesti Nasution untuk menyahuti berbagai aspirasi masyarakat di Jalan Sosro dan menyiapkan Ambulan dan pendikan baca Alqur’an bagi lansia”,tututurnya.

Usai kegiatan, Edwin Sugesti menyempatkan diri meninjau pengaduan masyarakat terkait gang M Idris di Jalan Letda Sujono. Persoalan masyarakat itu akan dibawanya ke DPRD Medan dengan mengahadirkan berbagai pihak.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed