MEDAN || Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, SE, MM dari Fraksi PAN DPRD Medan kembali melaksanakan penyelenggaraan Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tahun Anggaran 2026.
Dihadiri ratusan warga masyarakat didominasi kaum ibu-ibu, Edwin Sugesti menyampaikan, tujuan DPRD maupun pemerintah daerah melaksanakan Pembinaan Idiologi Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme, mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menangkal paham radikalisme di kalangan masyarakatat maupun generasi muda, sehingga menjadi prilaku dalam kehidupan sehari-sehari dengan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat.
Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Fungsi Pancasila itu, selain jadi dasar negara, Pancasila juga berperan sebagai ideologi dan pandangan hidup yang mengarahkan masyarakat dalam berperilaku. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, membantu menciptakan norma dan nilai yang mendukung kerukunan di tengah perbedaan yang ada.
Sambil menyebut diirinya rutin melakukan kegiatan di kecamatan Medan Deli sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang menyumbang suara mencapai 1.900 suara pada Pemilu lalu di daerah ini, Wawawan Kebangsan adalah cara pandang masyarakat yang tertuang dalam Pancasila.
“Kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyat yang menentukan pemimpinnya amanah dan bekerjakah untuk mewujudkan nilai-nila yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945,”ujar Edwin.
Edwin Selanjutnya menjelaskan, di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila dihadapkan pada tantangan baru. Karenanya, sosialisasi nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab negara. Tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
Oleh karena itu, kata Edwin, kegiatan sosialisasi Idiologi Pancasila dan Wasbang sangat relevan dilakukan saat ini, mengingat di tengah masyarakat beragam suku, agama, dan budaya, membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi untuk mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
“Cinta kebangsaan dan nasionalisme harus melekat di tubuh warga. Oleh karena itu, kita harapkan dengan kegiatan ini mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat, sehingga terjaga keutuhan bangsa,”ujar Edwin.
Menurut Edwin, Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.
Dengan kondisi ini, menurut Edwin yang juga Sekretaris PAN Medan ini, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan”ujarnya.
Karena itu lanjutnya, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang baik tentang sejarah bangsa, perjuangan para pendiri negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai Pancasila secara nyata harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Edwin Sugesti Nasution menjabarkan kelima sila dalam Pancasila:
Sila 1: Mencakup kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kebebasan beribadah, kerukunan antarumat beragama, serta tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mencakup persamaan harkat, martabat, hak, dan kewajiban asasi manusia tanpa diskriminasi, tenggang rasa, keberanian membela kebenaran dan keadilan, serta kerja sama internasional.
Sila 3: Persatuan Indonesia, mencakup nasionalisme, rasa cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa, mengembangkan persatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga ketertiban dunia.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mencakup kedaulatan rakyat, tidak memaksakan kehendak, mengutamakan musyawarah mufakat dengan semangat kekeluargaan, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan keputusan.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mencakup pengembangan sikap gotong royong, kekeluargaan, keseimbangan hak dan kewajiban, suka bekerja keras, menghargai hasil karya orang lain, serta menghindari pemerasan dan gaya hidup mewah.
Di akhir kegiatan, ketika dibuka tanggapan dari masyarakat keluhan banyak keluhan antara Antara lain disampaikan, Sugiono, Budi, Yenny Herlina, Ilham Harahap, Juli, Sri, Ali dean Purwati. Keluhan umumnya persoalan jalan dan kebisingan sebuah bengkel yang mengganggu penduduk dan lainnya.
Terhadap jalan yang dikeluhkan warga di Jalan Pancing 1 Pasar 3 Lingkungan X Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Edwin langsung meninjau jalan tersebut berupaya akan membicakannya dengan istansi terkait.***WASGO
















