Bertemu Anak Jadi Syarat Utama Ruben Onsu Mau Bahas Ulang Nafkah Rp200 Juta

Ragam12 Dilihat

JAKARTA || Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan kunci penyelesaian konflik rumah tangga kliennya dengan Sarwendah terletak pada akses pertemuan dengan anak-anak. Pihak Ruben Onsu memberikan sinyal urusan pembagian harta gana-gini serta besaran uang nafkah bulanan akan jauh lebih mudah untuk dibicarakan dan dievaluasi jika keinginan presenter berusia 42 tahun itu untuk berkumpul dengan buah hatinya terpenuhi.

Minola Sebayang menanggapi saran dari mantan manajer yang meminta agar Sarwendah menyampaikan permohonan maaf secara langsung untuk meredam polemik. Menurutnya, perdamaian dan kelancaran komunikasi sangat bergantung pada iktikad baik pihak Sarwendah dalam memberikan waktu bagi anak-anak untuk bersama ayah kandungnya.

“Kalau memang menurut penilaiannya memang harusnya S meminta maaf kepada Ruben dan kemudian artinya itu membiarkan anak-anak berkumpul bersama dengan ayahnya. Saya kira hal-hal yang lain akan mudah untuk dibicarakan,” kata Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Selasa (16/6/2026) malam.

Persoalan nafkah sebesar Rp200 juta per bulan yang selama ini menjadi perbincangan juga berpeluang untuk dibahas ulang secara lebih adil. Minola Sebayang menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan peruntukan dana tersebut agar tidak ada lagi keraguan di pihak kliennya dalam menjalankan kewajiban finansial pasca-perceraian.

Pihak Ruben Onsu menginginkan adanya penghitungan ulang yang masuk akal terkait biaya hidup anak-anak. Jika komunikasi mengenai anak berjalan lancar, maka segala urusan mengenai penundaan atau rincian nominal nafkah tidak akan menjadi ganjalan yang berarti dalam proses negosiasi kedua belah pihak.

“Mengenai masalah penundaan uang nafkah juga mungkin akan mudah dibicarakan dan bagaimana cara menghitung uang nafkah yang fair. Jangan sampai seperti kemarin, banyak uang-uang yang tidak jelas peruntukannya kan begitu ya,” tuturnya.

Selain masalah nafkah, pembagian harta gana-gini juga menjadi poin yang bisa dilunakkan. Minola Sebayang menyatakan aset-aset yang masih memiliki beban kewajiban atau utang perlu diatur kembali pengelolaannya secara bersama. Evaluasi ini disebut akan berjalan jauh lebih efektif jika ketegangan akibat pembatasan akses anak sudah mereda.

“Mengenai masalah harta gana-gini juga mungkin bisa dievaluasi lagi. Mana yang menjadi, yang sudah tidak dibebani kewajiban, dan mana masih yang dibebani kewajiban, bagaimana pengaturannya. Itu akan lebih mudahlah,” ujarnya.

Bagi pihak Ruben Onsu, pemenuhan hak asuh dan waktu bersama anak adalah harga mati yang menjadi dasar dari semua kesepakatan lainnya. Jika syarat ini terpenuhi, presenter Brownis itu dipastikan akan lebih terbuka dalam menyelesaikan poin-poin sengketa lainnya secara kekeluargaan.

“Ruben punya waktu dua hari atau tiga hari dalam satu minggu. Jadi ya nginepnya di rumah, sama Ruben tiga hari. Quality time, jalan, makan, jemput sekolah, antar sekolah, tiga hari. Setelah itu kembali lagi ke rumah mamanya. Kan nggak sulit kan gitu loh maksudnya,” pungkasnya.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *