Beda Malam Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar: Makna dan Waktunya

Ragam11 Dilihat

JAKARTA || Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar merupakan dua momen istimewa bagi umat Islam yang diperingati setiap bulan Ramadan. Meski sama-sama diperingati setahun sekali tiap bulan suci, namun keduanya merupakan peringatan yang berbeda.

Perbedaan malam Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar adalah pada makna dan waktunya. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berikut ini.

Makna Malam Nuzulul Quran dengan Malam Lailatul Qadar
Malam Nuzulul Quran diperingati sebagai peristiwa turunnya Al-Quran dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Nuzulul Quran dimaknai sebagai awal diturunkannya wahyu yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Peristiwa ini kemudian diperingati setiap tanggal 17 Ramadan oleh umat Islam sebagai momentum untuk mengingat kembali turunnya kitab suci Al-Quran.

Sementara itu, malam Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan menjadi waktu turunnya rahmat serta pengampunan dari Allah SWT. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan dan waktu pastinya tidak diketahui secara pasti sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada periode tersebut.

Di Indonesia terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan lebih dahulu, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan ini membuat penentuan malam Nuzulul Quran dan malam-malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar juga berbeda.

Untuk malam Nuzulul Quran, Muhammadiyah menetapkannya pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Sementara menurut perhitungan pemerintah, malam Nuzulul Quran diperingati pada Jumat malam, 6 Maret 2026.

Adapun malam-malam yang diyakini berpotensi sebagai Lailatul Qadar biasanya berada pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Berdasarkan perhitungan tersebut, berikut perkiraan waktunya pada Ramadan 1447 H.

Malam ke-21 Ramadan
– Muhammadiyah: 9 Maret 2026 malam
– Pemerintah: 10 Maret 2026 malam
Malam ke-23 Ramadan
– Muhammadiyah: 11 Maret 2026 malam
– Pemerintah: 12 Maret 2026 malam
Malam ke-25 Ramadan
– Muhammadiyah: 13 Maret 2026 malam
– Pemerintah: 14 Maret 2026 malam
Malam ke-27 Ramadan
– Muhammadiyah: 15 Maret 2026 malam
– Pemerintah: 16 Maret 2026 malam
Malam ke-29 Ramadan
– Muhammadiyah: 17 Maret 2026 malam
– Pemerintah: 18 Maret 2026 malam

Secara singkat, perbedaan malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar terletak pada makna dan waktunya. Nuzulul Quran memperingati turunnya Al-Qur’an yang diperingati pada 17 Ramadan, sedangkan Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang waktunya tidak diketahui secara pasti dan diperkirakan terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.***DTK