Arab Saudi Kembali Cegat Drone di Langit Makkah

Ragam3 Dilihat

RIYADH || Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa sebuah drone berhasil dicegat di wilayah udara Makkah, kota paling suci dalam agama Islam. Otoritas Riyadh tidak menyebutkan lebih lanjut sumber atau asal drone tersebut.

Namun aktivitas pencegatan itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026), terjadi saat Saudi, beberapa waktu terakhir, menjadi target serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman.

“Pencegatan dan penghancuran drone di wilayah Makkah,” kata juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, dalam pernyataan via media sosial pada Jumat (6/11) waktu setempat.

Al-Maliki tidak menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai asal serangan tersebut.

Sejak runtuhnya gencatan senjata dalam konflik Yaman pada Juli lalu, koalisi Saudi dan Houthi terus saling melancarkan serangan. Koalisi Saudi menargetkan posisi Houthi di Yaman dalam upaya mendukung operasi militer yang dilancarkan pasukan pemerintah Yaman, yang diakui internasional, terhadap kelompok tersebut.

Pasukan Houthi membalas dengan menargetkan bandara sipil, infrastruktur energi, dan lokasi militer Arab Saudi dalam gelombang serangan rudal dan drone.

Namun kelompok yang didukung Iran itu telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan menargetkan kota suci Makkah dan Madinah.

Pada Kamis (5/11) waktu setempat, koalisi Saudi mengumumkan pencegatan sebuah rudal yang ditembakkan oleh Houthi ke wilayah Madinah. Tuduhan itu langsung dibantah oleh Houthi yang menyebutnya sebagai “kebohongan secara terang-terangan dan serius”.

Sementara itu di wilayah Yaman, Houthi terus terlibat pertempuran melawan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Saudi. Pada September lalu, Houthi berhasil menguasai sepanjang wilayah pesisir yang menghadap ke Selat Bab al-Mandeb yang strategis, yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui Laut Merah dan Terusan Suez.

Sejak saat itu, pasukan pemerintah Yaman berupaya keras untuk merebut kembali wilayah tersebut dengan dukungan kekuatan udara Saudi.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *