JAKARTA || Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen sekitar 20 ribu awak kapal perikanan (AKP) mulai Mei. Pembukaan lowongan kerja ini guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam program modernisasi kapal sebanyak 1.582 unit.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif mengatakan untuk mendukung program tersebut, dibutuhkan setidaknya 20 ribu awal kapal untuk mengoperasionalkan kapal.
“Program ini membutuhkan lebih kurang 20 ribu awak kapal perikanan untuk mengoperasionalkan kapal dan berdampak langsung pelibatan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistemnya ini,” ujar Latif dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, (30/4/2026).
Latif merinci dari total 1.582 unit kapal modern, sebanyak 1.000 unit kapal berukuran 30 GT dan membutuhkan 10.000 awak kapal perikanan (AKP). Sementara untuk kapal berukuran 200 GT dibutuhkan 9.649 AKP dengan jumlah total 557 unit kapal. Lalu, sebanyak 625 orang dibutuhkan untuk kapal berukuran 500 GT.
Latif memastikan dalam proses rekrutmen bebas calo. Saat ini, sosialisasi cara pendaftaran terus dilakukan agar para peserta tidak tergiur iming-iming oknum yang menjanjikan kelulusan. Sebab, momen rekrutmen seringkali dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan penipuan.
Lotharia meminta para pelamar waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama pejabat di lingkungan KKP. Latif meminta agar pelamar untuk langsung mendaftar lewat aplikasi atau website https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp/
“Saya hanya mengingatkan untuk siapapun, jangan percaya ada yang kemudian bisa membantu kemudian dengan kepentingan-kepentingan tertentu.Karena biasanya momen-momen seperti ini muncul penipuan-penipuan yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok orang tertentu bisa menjamin bahwa bakal masuk,” tutur Latif.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) Nyoman Radiarta menambahkan kebutuhan awak kapal ini untuk periode 2026-2028. Adapun posisi AKP, mulai dari nahkoda, kepala kamar mesin, mualim, masinis, fishing master, hingga anak buah kapal.
“Nakoda kita perlu ada 1.582 nakoda. Kepala kamar mesin 1.582, mualim 2.771 orang, masinis 2.164 orang, fishing master 577 dan ABK ada sekitar 11.418 orang. Dengan total AKP nanti yang diperlukan itu sebesar 20.094,” ujarnya.
Nyoman menjelaskan calon potensial untuk AKP bisa berasal dari Taruna atau Alumni Satuan Pendidikan KKP dan AKP Profesional yang sudah berserifikat. Namun, juga tidak menutup kemungkinan siswa ataupun alumni dari Satuan Pendidikan Tinggi atau Menengah non-KKP.
Nyoman menegaskan pihaknya juga tidak menutup kesempatan bagi AKP profesional yang belum bersertifikat dan masyarakat setempat di sekitar lokasi kampung nelayan merah putih (KNMP) untuk ikut rekrutmen ini. Bagi AKP profesional yang belum bersertifikat, Nyoman memastikan akan ada pelatihan sesuai kompetensi terlebih dahulu.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp/ mulai dari 4 Mei hingga 4 Juni. Usai pendaftaran, peserta akan mengikuti seleksi dan asesmen, meliputi tes kesehatan, wawancara, dan psikologi.
Lalu bagi yang lolos, peserta akan menerima pengembangan dan kompetensi, mulai dari pelatihan teknis, sertifikasi kompetensi, dan bela negara.
“Mekanisme perekrutan, kita pendaftaran kemudian pada hari ini kami bersama dengan Dirjen Perekrutan Tangkap dan mitra-mitra kami di KKP kita akan launching bersama-sama terkait dengan aplikasi atau website perekrutan kapal perikanan,” tambahnya.
Berikut jadwal rekrutmen AKP:
– Sosialisasi dan launching: 27 April-2 Mei
– Pendaftaran: 4 Mei-4 Juni
– Pengumuman tahap I: 12 Juni
– Masa singgah: 13-19 Juli
– Pengumuman akhir tahap I: 26 Juni
– Seleksi dan asesmen: 3-17 Juli
– Pengumuman akhir tahap I: 27 Juli
– Pelatihan & sertifikasi: 3 Agustus-30 Oktober
– Penempatan: 1 November-23 Desember.***DTK








