Sekali Lagi Prabowo Sentil Mereka yang Tolak MBG

Ragam13 Dilihat

JAKARTA || Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menegaskan isu kelaparan dan perbaikan gizi menjadi salah satu masalah utama yang harus segera diselesaikan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Dia sempat teralihkan oleh sekelompok orang yang membentangkan kain bertulisan ‘Lanjutkan MBG’.

“Sabar dulu, ya. Aku harus, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu, ya,” kata Prabowo melihat ke arah kelompok tersebut.

Prabowo kemudian menyinggung pihak-pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan program MBG. Dia meminta kelompok tersebut agar menanyakan pendapatnya kepada kalangan petani dan nelayan serta anak-anak.

“Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?” ujar Prabowo.

Sindir Intelektual Gagap Lihat Masalah
Prabowo menyindir kelompok intelektual yang menyebut ada hal lain yang lebih genting ketimbang permasalahan kelaparan. Dia tidak setuju dengan pandangan itu.

“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati,” katanya.

Prabowo merujuk pada data PBB yang memprediksi masalah kelaparan dunia akan terjadi. Di sisi lain, lanjut Prabowo, Indonesia justru berhasil melakukan ekspor pangan.

“Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi jadi 500 juta, ya? 700 juta. FAO memberi warning. Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor,” katanya.

Ungkit Ada yang Tak Ingin Lihat RI Bangkit
Prabowo juga blak-blakan mengenai adanya pihak yang berseberangan dengan pemerintahannya. Di hadapan para petani dan nelayan, Prabowo tak banyak ambil pusing jika ada pihak-pihak yang mempermasalahkan penyampaiannya. Prabowo mengatakan ada pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia bangkit, terutama di era kepemimpinannya.

“Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat. Ada yang selalu tidak ingin kita bangkit. Ada. Kita sudah tahu mereka-mereka itu. Iya, kan,” kata Prabowo.

Prabowo melanjutkan, bicara di hadapan petani dan nelayan harus keras agar didengar. Dia lantas menirukan gaya bicara dengan nada lebih rendah.

“Tapi kalau sama petani-nelayan, bicaranya harus keras. Betul, nggak? Kalau bicara kalem-kalem, kalian nggak akan dengar. Benar ya?” ujar Prabowo.

“Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah,” kata Prabowo menirukan gaya bicara yang lebih lembut seraya mencibirnya. Aksi Prabowo sontak memantik tawa hadirin.

Prabowo pun berkelakar aksinya itu akan jadi sorotan. Namun dia tak masalah dengan hal itu lantaran, menurutnya, rakyat harus tahu isi hatinya yang sebenarnya.

“Eh, sori, sori. Coba di, di-delete, delete. Eh, friend, ya, wartawan kita kompak, ya. Coba yang gitu-gitu. Nanti gua dihajar lagi, tuh. Emang gua pikirin. Sudah hari gini kita bicara apa adanya deh. Kalian lebih senang tahu hati saya, benar nggak? Daripada ngomong-ngomong sopan-sopanan gitu. Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi,” lanjut Prabowo.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *