Trump Ungkap Alasan Tarik Semua Pesawat Pengebom AS dari Pangkalan Inggris

Ragam45 Dilihat

WASHINGTON DC || Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa penarikan seluruh pesawat pengebom B-1 milik AS dari pangkalan udara Inggris baru-baru ini didasari oleh adanya ancaman-ancaman.

Trump tidak menjelaskan lebih lanjut soal ancaman yang dimaksudnya, namun dia meyakini ancaman itu terkait dengan Iran.

Otoritas Washington telah mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat pengebom canggih itu telah meninggalkan pangkalan udara RAF Fairford di Inggris, yang pernah digunakan oleh militer AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Otoritas Inggris telah menegaskan bahwa lokasi tersebut aman.

“Ada sejumlah ancaman,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (5/10) waktu setempat.

“Dan daripada memancing musuh — kita akan menangkap dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan pesawat-pesawat itu berada di sana? Jadi, kita memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh,” ucap Presiden AS itu dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).

Spekulasi merebak terkait insiden di pangkalan udara Inggris pada 27 September lalu, yang diawali oleh aduan warga setempat soal keberadaan sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas “mencurigakan”.

Lima tersangka, yang semuanya warga negara Inggris, ditangkap dan diselidiki atas dugaan aksi terorisme, namun belakangan kelimanya dibebaskan dengan jaminan. Otoritas London juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran terkait insiden yang sama, namun dia juga akhirnya dibebaskan dengan jaminan.

Menurut kepolisian antiterorisme Inggris, para penyidik tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil-mobil van mencurigakan itu, melainkan hanya mendapati “sejumlah bensin”.

Pesawat pengebom B-1B milik Angkatan Udara AS Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Trump menolak untuk berkomentar mengenai laporan yang menyebut ancaman tersebut melibatkan drone tempur. “Saya tidak bisa mengungkapkannya kepada Anda, tetapi jika mereka melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat,” ucapnya.

“Kami sebenarnya mengetahui siapa pihak yang melontarkan ancaman tersebut,” ujar Trump, sembari menambahkan: “Mereka diduga terkait dengan Iran.”

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyatakan “keyakinan terhadap keamanan seluruh pangkalan kita”. Rubio menegaskan bahwa fasilitas-fasilitas Amerika “secara teoretis dapat terancam kapan saja, dan itulah sebabnya terdapat pengamanan ketat di sekelilingnya”.

Dia menambahkan bahwa Washington bekerja sama dengan London dalam penyelidikan insiden tersebut.

Laporan media New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat AS, menyebutkan bahwa pesawat-pesawat pengebom B-1 dipindahkan setelah para komandan menerima ancaman baru mengenai rencana yang didukung Iran.

Salah satu pejabat AS yang dikutip NYT mengatakan bahwa informasi baru itu merupakan bagian dari peringatan ancaman serupa yang muncul tiga pekan lalu, namun situasinya menjadi mendesak dalam 24 jam terakhir.***DTK