MEDAN || Perkumpulan Rukun Tetangga Amal Kemalangan (PERTAK) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengangkat tema “Tauladani Akhlak Nabi, Pererat Persatuan Umat”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Bersama Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (29/08/2026) malam tersebut menjadi momentum bagi anggota dan masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan umat.
Ketua PERTAK Nur Effendi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, SAg, MA.
Dalam ceramahnya, Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto mengajak, jamaah menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan aktivitas sosial.
Kepling XI Kel. Bantan, Mulyono
Menurut Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dalam hubungan antarsesama. Sikap jujur, amanah, sabar, rendah hati, serta kepedulian terhadap orang lain merupakan nilai-nilai yang perlu terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Pelaksana, Burhanuddin Ritonga
Ia mengatakan, persatuan umat harus dibangun melalui sikap saling menghormati dan menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan perpecahan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, kata dia, hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk saling menjauh.
Tim Marhaban Ikhmatul Fadilah
“Akhlak Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik bagi umat Islam. Dengan meneladani akhlak beliau, kita dapat membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, saling menghargai dan memperkuat persaudaraan,” ujar Ustadz Dr. H. Sugeng Wanto dalam tausiah tersebut.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar PERTAK juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antaranggota. Melalui kegiatan keagamaan tersebut, para anggota dapat berkumpul, berinteraksi dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
PERTAK sebagai perkumpulan yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan diharapkan terus mampu menjaga semangat gotong royong. Nilai kebersamaan tersebut dinilai penting untuk membangun kepedulian terhadap warga, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan bantuan dan dukungan bersama.
Selain mendengarkan tausiah, para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi dengan penuh khidmat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat dalam kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Pesan-pesan mengenai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang lebih harmonis, peduli dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertema “Tauladani Akhlak Nabi, Pererat Persatuan Umat”, PERTAK menegaskan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh sehingga persatuan dan kerukunan umat semakin kokoh di tengah masyarakat.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana, Burhanuddin Ritonga menjelaskan, selain memperingati Mualid Nabi Muhammad SAW, pihak panitia menyantuni 30 orang anak yatim. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan pihak-pihak lainnya yang menyukseskan acara ini,” ujarnya.
Begitu juga Ketua PERTAK, Nur Effendi dalam sambutan singkatnya mengatakan, tema yang diambil ini supaya umat mentauladani karakter Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. “Yok, kita taudalani Akhlak Nabi Muhamaad SAW,” ajak Nur Effedi.
Hal senada juga disebutkan Kepala Lingkungan (Kepling) XI, Mulyono. Dikatakan, ketauladanan Nabi Muhammad jika diterapkan di sekitar kita maka dapat mewujudkan program pemerintah bermotokan “Medan untuk Semua”.
Selain itu, Kepling XI juga mengajak seluruh warga agar terus menjaga lingkungan tetap bersih dan jangan membuang sampah sembarangan. ” Jika paret tersebut akibat sampah yang dibuang sembarangan maka bakal tersumbat aliran air dan menimbulkan banjir jika hujan turun. Justru itu, mari kita jaga lingkungan kita,” kata Mulyono. ***WASGO