Nasib UMKM yang Terdampak Efek Perang: Maju Kena, Mundur Kena

Ekonomi11 Dilihat

MEDAN || Banyak pemilik bisnis kecil di Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi situasi sulit. Biaya operasional saat ini terus naik, terutama karena harga bahan bakar yang saat ini terus melonjak imbas perang di Timur Tengah.

Naasnya, mereka merasa tidak bisa begitu saja menaikkan harga ke konsumen. Konsumen sudah muak, dan menaikkan harga bukanlah pilihan bagi para peritel di Amerika. Jadi, mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk menghindarinya. Para pelaku usaha khawatir jika harga dinaikkan, penjualan justru turun lebih tajam.

Hal ini seperti yang disampaikan salah satu pemilik toko pakaian di Portland yang mengatakan lebih memilih strategi mengurangi keuntungan per produk daripada menaikkan harga. Dia khawatir pelanggan akan berhenti berbelanja.

“Kami tidak bisa mengontrol kepercayaan konsumen. Kami hanya bisa mengontrol harga,” kata Mike Roach, salah satu pemilik Paloma Clothing di Portland, mengutip CNN, Minggu (22/3/2026).

Harga bensin yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi saat ini membuat konsumen lebih berhati-hati dalam belanja. Akibatnya, jumlah pengunjung toko menurun dan pengembalian barang meningkat, menandakan daya beli masyarakat mulai melemah.

Bisnis seperti pabrik kecil atau distributor berada dalam posisi yang lebih sulit karena mereka terkena kenaikan biaya dari dua sisi. Harga bahan baku naik saat produksi dan biaya pengiriman yang naik saat distribusi.

Seorang pemilik pabrik kecil mengatakan harga alat produksi berbahan tungsten bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam dua minggu, sementara pelanggan tidak mau menerima kenaikan harga produk.

Karena margin keuntungan yang makin tipis, beberapa bisnis terpaksa mengurangi jam kerja karyawan atau menunda kenaikan gaji. Ada juga yang harus memangkas biaya operasional sekecil apa pun untuk bertahan.

“Pelanggan saya tidak akan mentolerir kenaikan harga yang memungkinkan saya menutupi kenaikan biaya perkakas kami,” kata Modlin, pemilik 3D Design and Manufacturing.

“Sekarang,dengan naiknya harga bensin, biaya yang saya keluarkan semakin besar, mengurangi keuntungan saya, dan membuat saya sangat, sangat sulit untuk bertahan,” tambahnya.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *