Medan Genap 436 Tahun: Di Balik Gemerlap Rakernas APEKSI, Rico Waas Kobarkan Semangat “Medan Tangguh dan Maju

Ekonomi29 Dilihat

MEDAN || Suasana Lapangan Batalyon Parako 463 Pasgat seketika berubah menjadi pusat perhatian nasional pada Rabu (1/7/26). Di bawah langit Medan yang cerah, kota metropolitan kebanggaan Sumatera Utara ini merayakan hari jadinya yang ke-436 dengan skala yang luar biasa. Bukan sekadar perayaan rutin, momen ini menjadi panggung kolaborasi lintas daerah yang prestisius.

Peringatan hari jadi kali ini terasa istimewa karena kehadiran para Wali Kota dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka berkumpul di Medan tak hanya untuk merayakan hari jadi kota, tetapi juga untuk menyukseskan Rakernas APEKSI ke-XVIII tahun 2026. Kehadiran para kepala daerah ini membuktikan bahwa Medan kini telah bertransformasi menjadi magnet strategis di kancah nasional.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir sebagai inspektur upacara dengan kharisma yang kuat. Mengawali pidatonya dengan sapaan multibudaya yang menggema—Horas, Mejuah-juah, Yahowu, hingga Ahoi—Rico menegaskan bahwa keberagaman adalah napas kehidupan Kota Medan.

“Kemajuan yang kita nikmati hari ini adalah tongkat estafet dari para pendahulu. Kini, tugas kita adalah memastikan Medan terus berlari, inklusif bagi semua, dan tak tertinggal oleh zaman,” seru Rico di hadapan ratusan delegasi dan tamu undangan.

Acara pun terasa hangat dengan hadirnya para Wali Kota Medan terdahulu serta para Konsul Negara sahabat yang turut memberikan penghormatan bagi perjalanan sejarah panjang Kota Medan.

Mengangkat tema “Medan Tangguh, Maju untuk Semua,” Rico Waas memaparkan visi besar pemerintahannya. Fokus utama kini diarahkan pada transformasi digital melalui Medan Satu Data, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga menciptakan kota yang humanis bagi setiap lapisan masyarakat.

Di sela-sela perayaan, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, yang turut hadir dalam upacara, menyampaikan harapan besarnya bagi masa depan kota. Ia berharap Medan dapat terus tumbuh menjadi kota yang semakin maju, modern, dan tangguh di usia ke-436 ini.

Lebih lanjut, Agha menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah sebagai bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik di Kota Medan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan inovasi digital menjadi kunci dalam menciptakan layanan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, serta mudah diakses oleh masyarakat.

“Kami di Bapenda berkomitmen penuh untuk mentransformasi sektor pendapatan daerah melalui berbagai inovasi dan digitalisasi layanan guna memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Kota Medan. Harapan kami, akses pelayanan kepada masyarakat ke depannya bisa menjadi jauh lebih cepat, semakin mudah, dan tentunya semakin maksimal demi mendukung kemajuan kota kita tercinta,” ujar Agha dengan penuh optimisme.

Dengan berakhirnya rangkaian upacara, Medan kini siap melangkah lebih jauh, memantapkan posisinya sebagai kota metropolitan yang tangguh, modern, dan tetap memegang teguh identitas keberagamannya.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *