JAKARTA || Korea Utara menguji sistem senjata selama tiga hari pada minggu ini. Korut melakukan uji coba penembakan rudal balistik dan bom tandan.
Dilansir AFP berdasarkan laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Minggu (9/4/2026), sistem mobile rudal anti-pesawat jarak pendek juga termasuk dalam uji coba tersebut.
“Uji coba berlangsung pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, sebagai bagian dari upaya rutin untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem senjata,” kata KCNA.
Militer Korea Selatan sebelumnya melaporkan, Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek dalam dua putaran pada hari Rabu, dan sebuah “proyektil tak dikenal” pada hari sebelumnya.
Berdasarkan laporan KCNA, latihan tersebut “mengkonfirmasi bahwa rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ka yang dilengkapi dengan hulu ledak bom kluster dapat menghancurkan target apa pun yang meliputi area seluas 6,5-7 hektar”.
Selain itu, amunisi kluster menyebarkan puluhan atau bahkan ratusan submunisi yang lebih kecil di area yang luas, sehingga menimbulkan kontroversi karena risiko jangka panjang yang ditimbulkannya bagi warga sipil.
Korut juga melakukan uji coba terhadap “sistem senjata elektromagnetik” dan “penyebar bom tiruan serat karbon”. Kedua alat tersebut digambarkan KCNA sebagai “aset khusus yang bersifat strategis”.
KCNA menambahkan, peluncuran tersebut juga melibatkan penggunaan “bahan berbiaya rendah” untuk memeriksa “beban kerja maksimum mesin”.
Sebelumnya, militer Korea Selatan mengatakan rudal jarak pendek yang ditembakkan pada putaran peluncuran kedua hari itu terbang lebih dari 700 kilometer (434 mil).
Peluncuran ini menyusul peluncuran sebelumnya beberapa rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur — juga dikenal sebagai Laut Jepang — yang terbang sekitar 240 kilometer.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan tidak menghadiri uji coba tersebut. Belum ada foto peluncuran yang dirilis oleh media resmi hingga kini.***DTK









