Koalisi Saudi Sebut Houthi Serang Gardu Pemasok Listrik ke Masjid Nabawi

Ragam19 Dilihat

ARAB SAUDI || Koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang dengan kelompok Houthi di Yaman menyatakan bahwa kelompok tersebut telah menyerang gardu listrik di Madinah, salah satu situs paling suci dalam Islam. Serangan itu menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi, namun tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan.

Dilansir Reuters, Jumat (2/10/2026), beberapa jam setelah pernyataan koalisi tersebut, pihak Houthi melaporkan adanya serangan Saudi terhadap Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan wilayah lain di Yaman. Belum ada konfirmasi terkini dari pihak Saudi mengenai laporan tersebut.

Serangan terkini ini merupakan pertempuran paling serius antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB sejak tahun 2022.

Permusuhan kembali pecah tahun ini setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada bulan Juli dan mulai menyerang wilayah serta pelayaran Saudi, sementara pasukan Houthi juga mencatat kemajuan wilayah yang signifikan di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.

Arab Saudi telah merespons dengan serangan udara di Yaman dan mendukung pasukan pemerintah yang berjuang untuk memukul mundur Houthi.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing pesawat nirawak atau drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap pembangkit listrik Madinah. Koalisi menyebutkan bahwa pembangkit listrik tersebut memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam Islam.

Seorang sumber militer Houthi, yang dikutip oleh kantor berita Saba yang dikelola Houthi, membantah tuduhan tersebut. Ia menyebutnya sebagai kebohongan dan menyatakan bahwa tuduhan itu bertujuan menutupi apa yang ia gambarkan sebagai kegagalan Saudi dalam membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi menargetkan kota suci umat Islam, Mekkah.

Dua minggu lalu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan drone Houthi di sebelah selatan Mekkah sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terlarang di atas kota itu.

Koalisi menggambarkan insiden tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah sejak tahun 2017, sementara pihak Houthi membantah telah menargetkan Mekkah ataupun situs suci Islam lainnya.

Koalisi menyatakan bahwa serangan di Madinah merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai upaya berulang kali Houthi untuk menargetkan dua masjid suci dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia. Koalisi menyatakan akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi situs-situs suci dan para peziarah.

Kelompok Houthi kemudian menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan serangan terhadap Sanaa serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran, menurut kantor berita mereka.

Meskipun tidak ada konfirmasi dari pihak Saudi, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan bahwa mereka telah melancarkan lebih dari dua puluh serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz, dengan sasaran berupa tempat penyimpanan rudal, pusat komando, dan lokasi militer lainnya.

Serangan yang dilaporkan terjadi di Sanaa tersebut akan menjadi yang pertama sejak bulan Juli, ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyerang landasan pacu bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.***DTK