DELISERDANG || Pebulutangkis Jepang, Nozomi Okuhara (Foto, berhasil menuntaskan ambisinya merebut gelar juara tunggal putri pada turnamen Wondr by BNI Indonesia Masters 2025. Dalam laga final yang digelar di GOR PBSI Sumut Jalan Pancing, Deliserdang, Minggu (26/10/2025), Okuhara tampil dominan dengan menumbangkan wakil India, Devika Sihag, dua gim langsung 21-11 dan 21-9.
Sejak awal pertandingan, Okuhara langsung menunjukkan ketenangan dan kecepatan khasnya. Ia mampu mengontrol ritme permainan dengan reli-reli panjang dan pukulan akurat yang membuat Devika Sihag kewalahan. Pemain asal Jepang tersebut unggul jauh di gim pertama dan menutupnya dengan skor 21-11 tanpa banyak perlawanan berarti dari lawan.
Memasuki gim kedua, Devika mencoba bangkit dengan strategi menyerang dari awal. Namun, Okuhara tetap tampil disiplin dan memanfaatkan kesalahan demi kesalahan dari pemain muda India itu. Dengan penguasaan lapangan yang matang, Okuhara memperlebar jarak poin dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 21-9.
Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar perdana Nozomi Okuhara di ajang Indonesia Masters setelah sempat absen cukup lama dari turnamen internasional akibat cedera. Pemain berusia 30 tahun itu menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu tunggal putri paling berpengalaman dan tangguh di level dunia.
“Saya sangat senang bisa kembali tampil di Indonesia dan meraih gelar juara. Suasana di sini luar biasa dan penonton memberi energi positif. Saya berterima kasih kepada tim saya dan semua pendukung di Jepang,” ujar Okuhara usai pertandingan.
Sementara itu, Devika Sihag mengakui keunggulan lawannya. Ia menyebut bahwa pengalaman Okuhara membuatnya sulit untuk berkembang sepanjang pertandingan. “Saya sudah mencoba bermain agresif, tapi Nozomi sangat sabar dan pintar dalam membaca permainan saya,” ungkap Devika.
Dengan hasil ini, Jepang menambah daftar juara di turnamen Wondr by BNI Indonesia Masters 2025, sekaligus menegaskan dominasi mereka di sektor tunggal putri. Sementara bagi Devika Sihag, capaian sebagai finalis tetap menjadi modal berharga untuk menatap turnamen berikutnya di kalender internasional BWF.***WASGO










