Jokowi Siapkan 3 ‘Kado’ buat PNS yang Mau Pindah ke IKN

Ragam200 Dilihat

JAKARTA || Ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur rencananya bakal mulai digunakan tahun depan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan para aparatur sipil negara (ASN) bakal jadi penghuni pertama ibu kota baru.

Namun, bila bicara soal perpindahan ASN ke IKN, Jokowi bilang dirinya mendapat laporan ada beberapa yang tidak senang untuk berpindah ke Nusantara.

“Mengenai IKN, berkaitan perpindahan, artinya bapak ibu sekalian, saya dengar ada yang senang ada yang nggak senang,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Rakornas Korpri 2023 yang disiarkan virtual, Selasa (3/10/2023).

Padahal, menurutnya ASN tak perlu khawatir bila diminta untuk pindah ke IKN. Dia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sederet insentif bagi ASN yang bakal pindah duluan dan tinggal di Nusantara.

“Memulainya di sana perlu namanya ASN pindah, ini masa depan baru. Dan sudah disiapkan insentif. Kalau nggak ada ini alot pasti,” ungkap Jokowi.

Beberapa insentif pun disebutkan Jokowi, mulai dari kepastian mendapatkan tempat tinggal lewat rumah dinas, baik yang rumah tapak maupun yang rumah susun.

Biaya pindah ke IKN juga disiapkan, bahkan untuk pasangan si ASN pun dibayarkan pemerintah. Kemudian ada juga tunjangan kemahalan dan fasilitas khusus lainnya untuk para ASN.

“Memang ini butuh jiwa pionir. Dulu ditempatkan di luar Jawa juga biasa saja kan? Sekarang kok agak rumit kelihatannya,” beber Jokowi.

Jokowi lantas buka-bukaan soal alasan ibu kota perlu dipindah dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Perpindahan perlu dilakukan untuk mewujudkan konsep Indonesiasentris.

Menurutnya dapat terwujud dengan adanya perpindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Pasalnya selama ini Indonesia memiliki 17 ribu pulau, namun yang paling padat hanya lah satu pulau, yaitu Pulau Jawa. Pulau itu dihuni 56% penduduk Indonesia.

Menurutnya, kepadatan di Jawa yang harus diurai karena daya dukungnya sudah kurang baik. Salah satunya dengan berpindah ke IKN.

“Dari 278 juta 50% hidup di Jawa. 150an juta hidup di Jawa. Daya dukungnya udah nggak kuat Pulau Jawa ini,” ungkap Jokowi.

Pulau Jawa juga bukan hanya paling padat, namun juga paling besar perputaran ekonominya, 58% ekonomi Indonesia ada di Jawa. Dengan berpindah ke IKN, harapannya perputaran ekonomi juga bisa tersebar ke arah timur Indonesia.

“Jawa saja sudah begitu bagaimana Jakarta? Begitu padat, dan kompleks masalahnya. Bisnis di sini, ekonomi di sini, pariwisata dan pendidikan juga di sini. Semua ada si Jakarta maka perlu digeser ke Kalimantan Timur ke Nusantara,” pungkas Jokowi.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *