Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: ‘It’s My Dream’

Ragam55 Dilihat

JAKARTA || Presiden Israel Isaac Herzog menegaskan kembali keinginan Israel untuk mencapai kesepakatan normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab lainnya, termasuk Arab Saudi. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara langka dengan saluran Al Arabiya yang berbasis di Riyadh, ibu kota Saudi.

“It is my dream to see peace between Israel and Saudi Arabia (Impian saya adalah melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi). Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed Bin Salman,” kata Herzog kepada Al-Arabiya, merujuk pada pemimpin de facto Arab Saudi.

“Hal yang paling kami inginkan di Israel adalah melihat rekonsiliasi antara kedua negara,” tambah Herzog dalam wawancara yang berlangsung di Yerusalem dan ditayangkan pada hari Kamis (16/7) waktu setempat, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/7/2026).

Ia memuji Kesepakatan Abraham dan hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko sebagai contoh kerja sama regional yang sukses. Namun, dia menekankan bahwa Arab Saudi adalah “negara yang sangat penting” dan “pemimpin utama di dunia Muslim.”

Herzog mengatakan bahwa normalisasi di masa depan harus ditangani langsung antara kedua negara, dengan dukungan Amerika Serikat.

Sebelumnya pada tahun 2023, Arab Saudi dilaporkan terlibat dalam pembicaraan tentatif tentang normalisasi dengan Israel, tetapi tiba-tiba menarik diri ketika perang di Gaza meletus.

Lebih dari 70.000 warga Palestina telah tewas akibat perang di Gaza tersebut. Angka ini berdasarkan informasi dari kementerian kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, dan angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pejabat Saudi telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan mengakui Israel, tanpa adanya jalan menuju negara Palestina merdeka, yang ditentang keras oleh pemerintah Israel saat ini.***DTK