Iran Umumkan Rute Alternatif di Selat Hormuz Agar Terhindar Ranjau Laut

Ragam14 Dilihat

JAKARTA || Iran mengumumkan rute alternatif untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rute alternatif itu disiapkan dengan alasan risiko ranjau laut di zona utama jalur air vital tersebut.

Dilansir AFP, Kamis (9/4/2026), Teheran telah setuju untuk membuka kembali selat tersebut untuk sementara waktu. Iran sepakat membuka lagi Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu.

“Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut… mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media lokal.

Pernyataan tersebut juga membagikan instruksi untuk rute masuk dan keluar alternatif melalui selat tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata ini ditandai dengan dibukanya Selat Hormuz.

Awalnya gencatan senjata ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Dalam pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih seperti dilihat, Rabu (8/4), Trump memberikan syarat kepada Iran. Yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” kata Trump.

Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan pihaknya akan mengalokasikan tenggat waktu 2 minggu untuk bernegosiasi dengan AS. Tenggat waktu ini dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak.***DTK