MEDAN || HARI kedua merupakan kegiatan terakhir pagelaran Semarak Medan Digifestival 2025 di Taman Cadika Medan Kecamatan Medan Johor, Medan, ribuan pengunjung memadati acara tersebut.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Medan mengawali rangkaian kegiatan dengan talkshow dengan mengusung tema “Digitalks: Kolaborasi Melawan Judi Online”. Sebagai bentuk sinergi Bank Indonesia dengan PPATK, OJK, serta Perbankan dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan upaya pencegahan kejahatan digital serta bahaya judi online.
Iman Gunadi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, menegaskan dalam sambutannya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah instansi keuangan dalam menindaklanjuti maraknya judi online dan dampak negatif yang ditimbulkannya.
Tidak hanya mengekspresikan diri dalam bidang seni dan olahraga, QRIS juga hadir dari fasilitasi perluasan ekonomi syariah melalui program wakaf produktif kerja sama Bank Indonesia dengan Dompet Dhuafa Waspada dan Sahabat Yatim. Dana wakaf akan disalurkan kepada penerima manfaat dalam bentuk usaha domba dilengapi dengan pelatihan, pendampingan. Selain sebagai modal usaha bagi penerima manfaat, induk domba akan digulirkan ke penerima manfaat berikutnya.
Rangkaian acara dilengkapi dengan hiburan dari musisi Sumut seperti Nuh, Helanuansa dan Punxgoaran. Hari kedua menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi hingga dihadiri ribuan masyarakat umum. Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Kota Medan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BMPD Sumut, Forkom IJK, dan akademisi. Melalui Medan Digifest 2025, Bank Indonesia berkomitmen memperkuatliterasi keuangan digital, memperluas penggunaan QRIS, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.***WASGO