FBI Pecat 6 Agen terkait Penyelidikan Dokumen Rahasia Trump

Ragam18 Dilihat

JAKARTA || Biro Investigasi Federal (FBI) memecat enam agennya yang terkait dengan penyelidikan tahun 2022 terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyimpan dokumen rahasia di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida. Pemecatan ini menimbulkan kemarahan dari asosiasi yang mewakili personel biro tersebut.

FBI menggerebek kediaman Trump di Florida pada tahun 2022, ketika ia tidak menjabat, sebagai bagian dari penyelidikan terkait penanganan dokumen rahasia setelah masa jabatan pertamanya di Gedung Putih. Penyelidikan itu telah dihentikan.

Direktur FBI Kash Patel memerintahkan pemecatan setidaknya enam agen atas pekerjaan mereka dalam kasus tersebut, demikian beberapa media AS melaporkan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2026).

FBI menolak berkomentar.

Trump diduga menyimpan dokumen rahasia — termasuk catatan dari Pentagon dan CIA — tanpa pengamanan di rumahnya di Mar-a-Lago dan menggagalkan upaya untuk mengambilnya.

Menurut jaksa, materi tersebut termasuk dokumen rahasia nuklir dan pertahanan.

Trump telah membantah melakukan kesalahan apa pun dalam kasus tersebut, salah satu dari beberapa kasus yang diajukan terhadapnya setelah masa jabatan pertamanya.

Investigasi lain atas tuduhan mencoba membatalkan pemilihan umum 2020, telah dibatalkan sesuai dengan kebijakan Departemen Kehakiman untuk tidak menuntut presiden yang sedang menjabat.

Asosiasi Agen FBI mengkonfirmasi bahwa pemecatan agen-agen FBI telah terjadi. Asosiasi tersebut mengutuk pemecatan itu karena melanggar “hak proses hukum bagi mereka yang mempertaruhkan nyawa untuk melindungi Amerika Serikat”.

“Tindakan ini melemahkan Biro dengan menghilangkan keahlian penting dan mendestabilisasi tenaga kerja, merusak kepercayaan pada kepemimpinan dan membahayakan kemampuan Biro untuk mencapai target perekrutannya — pada akhirnya menempatkan negara pada risiko yang lebih besar,” kata asosiasi tersebut.***DTK