Ekspektasi Tinggi untuk Indonesia yang Mode Tempur di Piala AFF 2026

Olahraga14 Dilihat

JAKARTA || Indonesia kembali tampil dengan ‘mode serius’ di ajang ASEAN Championship 2026. Ada ekspektasi tinggi untuk tim asuhan John Herdman yang memburu gelar pertama.

Sejak ASEAN Championship (dulunya bernama Piala AFF) dimulai pada 1996, predikat ‘nyaris juara’ sudah sering disematkan pada Indonesia. Merah Putih enam kali finis sebagai runner-up dari 15 kali partisipasi, terbanyak di antara peserta lain.

Namun pernah juga Indonesia meraih hasil yang lebih buruk. Contohnya pada 2024 lalu, ketika tim asuhan Shin Tae-yong terhenti di fase grup usai hanya meraih satu kemenangan dari empat laga. Pelatih asal Korea Selatan itu lalu dipecat tak lama berselang.

Keputusan membawa tim ‘lapis dua’ pada saat itu mengundang tanya dari publik, meski alasan di baliknya adalah regenerasi. Dengan skuad yang minim pengalaman (18 dari 26 pemain masih 0 caps), pada akhirnya Indonesia tak mampu bicara banyak.

Kini situasinya beda. Meski tak diperkuat sejumlah bintang yang berlaga di Eropa seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Ole Romeny, atau Emil Audero, namun mayoritas pemain yang dipanggil dari liga lokal bukanlah debutan seperti dulu.

Hanya lima dari 26 pemain yang belum memiliki caps senior, yakni Brian Fatari, Tim Geypens, Mitchell Baker, Rizky Eka Pratama, dan Jens Raven. Itu pun sebagian besar sudah memiliki jam terbang tinggi di level klub, bukan sekadar pelapis.

Rizky sudah jadi andalan PSM sejak 2019, sedangkan Brian juga rutin bermain di Dewa United. Lalu Geypens main di 26 kali divisi dua Liga Belanda musim lalu sebelum hijrah ke Bali United.

Sedangkan sisanya adalah nama-nama yang sudah membela timnas sejak jaman kualifikasi Piala Dunia 2026 atau jauh sebelum itu, termasuk sembilan pemain naturalisasi. Ada perbedaan kekuatan dibanding dua tahun silam.

Jika saat 2024 kalimat “juara” terdengar terlalu muluk untuk diucapkan, kini muncul rasa optimis dan berani untuk mengatakan hal tersebut dari dalam dan luar lapangan.

“Kami menganggap bahwa AFF ini adalah event yang sangat bergengsi di Asia Tenggara. Momentumnya tepat, kenapa tidak kita manfaatkan dan kita buktikan bahwa kita mampu untuk bisa mendapatkan (piala) itu. Dan ini bagian daripada mengukir sejarah,” kata Ketua BTN PSSI Sumardji pada 3 Juli.

Kiper Nadeo Argawinata juga senada. “Dan untuk hasilnya, ya pasti kami mau juara. Setelah 30 tahun (tanpa gelar), pasti kita mau juara dan kami percaya itu, semoga bisa terjadi di edisi kali ini,” ucap rekrutan anyar Persija itu pada 26 Juli.

Dari luar timnas, eks striker Bambang Pamungkas pun menyatakan dukungan. “Jadi Insyaallah tahun ini di bawah John Herdman, dengan materi yang cukup baik, dengan banyak pemain-pemain muda yang potensial dan memberikan harapan yang baru, semoga tahun ini bisa menjadi rezeki kita, InsyaAllah,” tuturnya pada 25 Juli.

“Materi yang sedang dipanggil berarti adalah yang terbaik menurut John. Kita harus sepakat,” tegas Bepe.

Perjalanan Indonesia di ASEAN Championship 2026 dimulai pada 27 Juli. Kamboja menjadi lawan pertama di fase grup, disusul Timor Leste, juara bertahan Vietnam, dan terakhir Singapura.

Waktu yang akan membuktikan apakah Piala AFF kali ini bisa menjadi milik Indonesia. Namun dari komposisi tim, wajar bila Garuda memasang target tinggi, seperti harapan suporter yang selalu setia menanti.

Skuad Indonesia di Asean Championship 2026
Kiper: 1-Nadeo Argawinata, 12-Cahya Supriadi, 22-Muhammad Riyandi

Bek: 2-Brian Fatari, 16-Dony Tri Pamungkas, 4-Jordi Amat, 25-Justin Hubner, 5-Rizky Ridho, 6-Sandy Walsh, 20-Shayne Pattynama, 3-Wahyu Prasetyo, 26-Tim Geypens

Gelandang: 14-Eliano Reijnders, 8-Kadek Agung, 18-Ivar Jenner, 23-Marc Klok, 7-Marselino Ferdinan, 21-Rayhan Hannan, 19-Thom Haye

Penyerang: 13-Beckham Putra Nugraha, 10-Egy Maulana Vikri, 24-Jens Raven, 9-Mitchell Baker, 11-Ragnar Oratmangoen, 15-Saddil Ramdani, 17-Muhammad Rizky Eka Pratama.***DTK