JAKARTA || Kondisi global masih penuh tantangan. Oleh karena itu, investor mesti berhati-hati dalam menempatkan modalnya. Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh. Kondisi ini didukung oleh disiplin fiskal, surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, serta permintaan domestik yang stabil.
Meski demikian, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), pergerakan imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik masih berpotensi memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar menjelang kuaral IV 2026.
Di pasar saham, AllianzGI Indonesia mempertahankan pandangan konstruktif seiring normalisasi premi risiko dan berlanjutnya perbaikan sentimen investor. Pendekatan selektif tetap diperlukan untuk mengidentifikasi peluang dalam kerangka investasi yang disiplin.
“Fokus kami tetap pada perusahaan dengan kinerja laba yang tangguh, kemampuan mempertahankan daya tawar harga yang kuat, serta valuasi yang menarik. Kami juga terus mencermati reformasi pasar modal, implementasi kebijakan, tren harga komoditas, arus investasi, serta arah kebijakan Federal Reserve sebagai faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar,” ujar Head of Equity AllianzGI Indonesia, Octavius Prakarsa dalam keterangannya, Kamis, (15/10/2026).
Sementara itu, di pasar obligasi, Fitri Lindawati, Head of Fixed Income AllianzGI Indonesia, mengatakan, pihaknya mengutamakan pengelolaan risiko durasi dan likuiditas secara disiplin. Penambahan eksposur pada obligasi bertenor panjang tidak dilakukan semata-mata untuk mengejar kinerja jangka pendek. Sebaliknya, evaluasi portofolio dilakukan untuk memastikan potensi imbal hasil tetap sepadan dengan risiko valuasi dan likuiditas yang dihadapi.
“Seiring kondisi pasar yang semakin mendukung, kami dapat secara bertahap mengurangi posisi underweight durasi dalam portofolio. Meskipun kinerja jangka pendek masih dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar, kami meyakini penyesuaian ini diharapkan memperkuat kemampuan portofolio untuk berpartisipasi dalam pemulihan pasar obligasi dengan tetap menjaga ketahanan portofolio,” ujar Fitri.
Di pasar pendapatan tetap, AllianzGI tetap memandang pendapatan kupon obligasi (carry) sebagai pendorong utama imbal hasil investasi kredit. AllianzGI juga memiliki pandangan positif terhadap sektor keuangan dan konsumen non-siklikal, tetap berhati-hati terhadap konsumen siklikal, serta semakin positif terhadap sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia infrastruktur AI berskala besar setelah pelebaran spread membuat valuasinya lebih menarik.
“Secara keseluruhan, kondisi ekonomi dan pasar masih mendukung aset berisiko. Setelah sempat terjadi perlambatan pada pertengahan tahun, perekonomian global tampaknya akan menutup tahun ini dengan posisi yang lebih kuat, dengan Eropa terutama berada dalam posisi yang relatif baik menjelang Q4,” tulis Tim CIO AllianzGI.***DTK
