MEDAN || Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution, SE, MM dari Fraksi PAN DPRD Medan kembali melaksanakan Penyelenggaraan Pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Anggaran tahun 2026 dengan tema: Sejarah Kelahiran Perumusan dan Pengesahan Pancasasila, Minggu (27/9/2026) di Jalan Manggaan I Lingkungan 11 Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.
Dihadiri ratusan warga masyarakat yang kebanyakan ibu-ibu dan Kepling Lingkungan 11, Muhammad Fakhrur Rozi, Edwin Sugesti menyampaikan, tujuan DPRD maupun pemerintah daerah melaksanakan Pembinaan Idiologi Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme, mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menangkal paham radikalisme di kalangan masyarakatat maupun generasi muda, sehingga menjadi prilaku dalam kehidupan sehari-sehari denngan Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat.
“Melalui penyebar-luasan pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dapat memperkuat nasionalisme, memelihara toleransi dan mencegah potensi konflik berbasis SARA di tengah keberagaman masyarakat termasuk di Kota Medan,”ujar Edwin ujar anggota DPRD Medan dari Dapil Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Tembung dan Medan Deli ini.
Jika dalam butir-butir Pancasila ada yang belum terpenuhi sepeti rasa keadilan dan kesejahteraan, masyarakat akan terus menyampaikan aspirasinya. Namun tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan.
“Kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyat yang menentukan pemimpinnya amanah dan bekerjakah untuk mewujudkan nilai-nila yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945,”ujar Edwin.
Oleh karena itu, kata Edwin, kegiatan sosialisasi Idiologi Pancasila dan Wasbang sangat relevan dilakukan saat ini, mengingat di tengah masyarakat beragam suku, agama, dan budaya, membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi untuk mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
“Cinta kebangsaan dan nasionalisme harus melekat di tubuh warga. Oleh karena itu, kita harapkan dengan kegiatan ini mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat, sehingga terjaga keutuhan bangsa,”ujar Edwin.
Menurut Edwin, Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.
Dengan kondisi ini, menurut Edwin yang juga Sekretaris PAN Medan ini, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan”ujarnya.
Karena itu lanjutnya, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang baik tentang sejarah bangsa, perjuangan para pendiri negara, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai Pancasila secara nyata harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Di akhir kegiatan, ketika dibuka tanggapan dari masyarakat keluhan pada umumnya soal bantuan pemerintah banyak yang tidak dapat bantuan dan tidak tepat sasaran. Antara lain disampaikan, Roslina, Suryani, Eni Herawati dan Lina. Mereka menyampaikan, Desil tidak tepat saran, harusnya layak mereka dapat bantuan karena miskin dan di bawah garis kemeskinan. Sementara ada yang tidak layak dapat bantuan tapi dapat bantuan. Edwin menjelaskan kritia dan indikator dalam Desil dan menyampaikan boleh dilakukan sanggahan.***WASGO
