Cerita Ganjar Ditelepon Luhut Gegara Debat Keras Menkes Saat Pandemi COVID

Ragam565 Dilihat

DEPOK || Bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo, mengaku sempat terlibat perdebatan keras dengan Menteri Kesehatan (Menkes) saat pandemi COVID-19 merebak. Ganjar mengaku protes karena saat itu data masyarakat yang terpapar COVID-19 di Jawa Tengah tidak semuanya diinput.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menjawab pertanyaan panelis Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI Ummi Salamah. Tanya jawab itu terjadi di Kuliah Kebangsaan FISIP UI, dengan tema ‘Hendak ke mana Indonesia Kita? Gagasan, Pengalaman dan Rancangan Para Pemimpin Masa Depan’ di FISIP UI, Depok, Senin (18/9/2023).

“Ini terkait dengan komunikasi publik, posisi komunikasi publik sangat strategis di dalam kebijakan publik kita sudah belajar sangat keras pada saat pandemi COVID-19 bagaimana cara Bapak mengintegrasikan komunikasi publik dengan sistem kebijakan?” tanya Ummi.

Ganjar lalu menjawab pertanyaan itu. Ganjar mencontohkan pengalamannya saat pandemi COVID-19 merebak.

“Terima kasih, Ibu Umi. Kasusnya bagus lagi. Saya berdebat habis dengan para pengambil keputusan di Jakarta pada saat itu. Karena kita berada dalam ketidaktahuan dan kebingungan kolektif. Disinsentifnya adalah kalian bego semua pemerintah dan saya jawab iya karena tidak ada yang tahu, ” kata mantan Gubernur Jawa Tengah ini.

Ganjar mengatakan dirinya memilih jujur pada saat merebaknya COVID-19. Dia mengatakan saat itu ada 2 juta orang yang terkena COVID-19, namun tidak diinput oleh Kemenkes.

“Ketika publik tidak tahu apa yang harus kita lakukan? Anda mau pakai isme yang mana? Kita tipu publik agar dia tenang atau kita berikan kejujuran dan dia akan cemas? Saya pilih yang kedua. Maka saya berdebat habis-habisan soal data tadi yang saya sampaikan. Kenapa Bu Ummi? Karena kita tidak pernah jujur dengan data,” kata Ganjar.

“Apa yang terjadi pada saat pandemi, saya lupa angka persisnya. Tapi kira-kira waktu itu ada 2 juta yang tidak diinput, coba di Google, ” ujar Ganjar.

Ganjar tak menjelaskan detail kapan perdebatan itu terjadi. Namun, pandemi Corona mulai terjadi di Indonesia pada tahun 2020.

Ganjar mengatakan saat itu dia protes terhadap pengelola data di Kemenkes yang datang ke Jawa Tengah. Dia meminta pengelola data untuk memasukkan data COVID-19 yang belum diinput dari Jawa Tengah.

“Saya protes keras empat kali pengelola data yang ada di Kemenkes datang ke Jateng. Saya sampaikan sampai begini bahasa saya, komunikasi saya mungkin buruk ya. Sampai saya bilang gini ‘Pak kalau memang ada data kami yang belum masuk, masukkan besok pagi’. (Dijawab) ‘Maaf Pak Ganjar kalau ini dimasukkan besok pagi, Jateng akan tertinggi di seluruh dunia’. (Saya jawab) ‘Saya tidak peduli dan saya akan jawab’,” ujarnya.

Ganjar menyebut setelah itu dia berdebat keras dengan Menteri Kesehatan. Namun, Ganjar tak menyebut siapa Menkes yang menjabat saat perdebatan itu terjadi.

Sebagai informasi, Menkes dijabat oleh Terawan saat awal pandemi COVID terjadi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian mengganti Terawan dengan Budi Gunadi yang menjabat sebagai Menkes hingga saat ini.

Kembali ke Ganjar, dia mengaku ditelepon oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan gara-gara berdebat keras dengan Menkes. Ganjar mengatakan Luhut bertanya apa pendapatnya soal keterbukaan data COVID.

“Saat itulah terjadi perdebatan keras dengan Menkes dan akhirnya Pak Luhut telepon saya. ‘Mas Ganjar menurut anda data harus dibuka nggak?’. (Saya jawab) ‘Pak, jangan kita membohongi siapapun’. (Luhut bilang) ‘Aku setuju sama anda’, gitu Pak Luhut. (Luhut bilang) ‘Kalau gitu kita buka’, ” ujar Ganjar.***DTK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *