Kebijakan BI Dorong Perekonomian Sumut pada Triwulan II Tahun 2026

Ekonomi8 Dilihat

MEDAN || Perekonomian Provinsi Sumatera Utara pada Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Berbagai kebijakan ditempuh Bank Indonesia (BI) dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan di sejumlah sektor unggulan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa menyampaikan, pertumbuhan ekonomi pada periode April hingga Juni 2026 didukung meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan transportasi.

“Momentum hari besar keagamaan dan meningkatnya aktivitas masyarakat turut menjadi faktor pendorong,” kata Ameriza M Moesa pada Bincang Bareng Media (BBM), Jumat (07/08/2026) di Easyats Cafe di Jalan Sriwijaya Medan.

Dari sisi kebijakan moneter, lanjutnya, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan likuiditas perbankan tetap memadai.

“Langkah tersebut dilakukan agar dunia usaha tetap memperoleh akses pembiayaan yang mendukung aktivitas ekonomi di Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya, BI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kolaborasi tersebut difokuskan pada upaya menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat sehingga inflasi tetap berada pada tingkat yang terkendali,” paparnya.

Bank Indonesia juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan QRIS dan transaksi non-tunai.

Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Di sektor riil, BI memperkuat program pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, fasilitasi akses pasar, serta dukungan terhadap produk unggulan daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, kinerja ekspor Sumatera Utara masih ditopang oleh komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan produk industri pengolahan. Meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global, permintaan terhadap sejumlah komoditas ekspor tetap memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Ke depan, ungkap Ameriza M Moesa, BI bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan investasi, digitalisasi ekonomi, serta peningkatan produktivitas sektor unggulan menjadi fokus utama dalam menjaga momentum pertumbuhan. Dengan berbagai bauran kebijakan tersebut, Bank Indonesia optimistis perekonomian Sumatera Utara akan tetap tumbuh positif sepanjang tahun 2026,” katanya.

“Stabilitas inflasi yang terjaga, penguatan sektor riil, serta sinergi yang erat antara BI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.***WASGO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *