JAKARTA || Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mencatat kredit yang belum disalurkan pihak perbankan atau undisbursed loan mencapai Rp 2.551,4 triliun atau setara 22,57% dari plafon kredit yang tersedia. Ia menilai pertumbuhan kredit perbankan masih bisa mencapai 8-12%.
Hingga April 2026, Perry mengatakan kredit perbankan yang disalurkan tumbuh 9,98%. Angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di bulan sebelumnya, yakni sebesar 9,49%.
“Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada tahun 2026, tetap terjaga pada kisaran 8% hingga 12%. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan undisbursed loan sebesar Rp 2.551,4 triliun,” ungkap Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2026).
Perry menjelaskan, likuiditas perbankan juga mencukupi prospek pertumbuhan kredit tersebut. Ia mengatakan rasio alat likuid tercatat sebesar 25,39% dari dana pihak ketiga (DPK).
Kemudian untuk suku bunga perbankan juga disebut dapat ditingkatkan, di mana pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73% dan suku bunga deposito satu bulan 4,16%.
“Ke depan Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan penguatan kebijakan yang longgar pada berbagai kebijakan makroprudensial dan juga bersinergi erat dengan pemerintah dan KSSK, termasuk untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut,” jelasnya.
Perry menambahkan, kecukupan modal perbankan tercatat 25,09% dengan risiko kredit macet (non-performing loan/NPL) sebesar 2,14% bruto dan 0,83% netto. Ia mengatakan, perbankan nasional dapat bertahan menghadapi dampak rambatan perang di Timur Tengah.
“Tentu saja akan didukung dengan sinergi erat dalam KSSK bersama pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan LPS,” pungkasnya.***DTK










