23 November 2022

Putin dan Presiden Kuba Sepakat Bersatu Lawan AS

MOSKOW || Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu langsung dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel yang tengah mengunjungi Moskow pekan ini. Keduanya pun sepakat bersatu untuk menghadapi musuh bersama mereka, Amerika Serikat (AS), dan mengecam sanksi-sanksi Barat terhadap kedua negara.

Seperti dilansir AFP, Rabu (23/11/2022), Putin memuji persahabatan Rusia dan Kuba yang telah terjalin puluhan tahun. Dia juga menyebut kedua negara perlu meningkatkan kerja sama lebih lanjut.

Diketahui Putin berupaya menjauhkan poros Rusia dari Barat setelah dia memerintahkan pengiriman pasukan militer ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Rentetan sanksi-sanksi Barat menghujani Moskow sejak invasi dilancarkan.

“Kami selalu menentang berbagai macam pembatasan, embargo, blokade, dan lainnya,” ucap Putin kepada Diaz-Canel dalam pertemuan di Kremlin pada Selasa (22/11) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Putin juga menyambut baik sikap Havana yang mendukung Moskow di arena internasional.

Diaz-Canel dalam pernyataannya menyebut kunjungan ke Moskow memiliki makna ‘mendalam’.

“Pertama-tama, itu terjadi saat kedua negara — Rusia dan Kuba — menjadi subjek sanksi-sanksi tidak adil dan sewenang-wenang yang terus berlanjut, dan mereka memiliki musuh bersama, kekaisaran Yankee yang memanipulasi sebagian besar dunia,” ujar Diaz-Canel saat berada di Kremlin.

Ditegaskan juga oleh Diaz-Canel bahwa Kuba mendukung Rusia dalam konfrontasi dengan Barat. Dia menyerukan Moskow untuk tetap berdiri teguh.

Dalam pertemuan itu, Putin dan Diaz-Canel juga meresmikan monumen perunggu untuk mendiang Fidel Castro di Moskow. Putin lantas memuji Castro yang merupakan pemimpin revolusioner Kuba sebagai pria ‘cerdas’.

Pengaruh Rusia di Kuba memudar saat runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 lalu, namun pengaruh itu telah kembali lagi.

Kuba telah berada di bawah sanksi-sanksi AS selama lebih dari enam dekade. Sementara Rusia dijatuhi rentetan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah Putin memerintahkan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Dalam pertemuan dengan Putin, Diaz-Canel juga mengharapkan kunjungannya ke Rusia akan membantu meningkatkan sektor energi negaranya yang dilanda kesulitan di tengah pemadaman listrik berkepanjangan dan kekurangan bahan bakar.***DTK

EDITOR: ADI SISWOYO WASGO

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*