19 Februari 2020

Petani Ganja ke Petani Kopi Jadi Kopi Jenderal

DIREKTUR Utama Bulog Budi Waseso meluncurkan “Jenderal Kopi Nusantara Buwas” di Gedung Bulug, Jakarta, Rabu (19/02/2020). Kopi Jenderal ialah bisnis pribadi Budi Waseso yang biasa dipanggil Buwas itu.

Bisnis Kopi Jenderal ini, kenang Buwas, berawal tidak sengaja. Ketika menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional, Buwas berkunjung ke Aceh dan mendapati banyak petani ganja di Gayo Luwes dan Biruen.

“Kalau ketemu bandar ganja, langsung saya tembak. Tapi, kalau petani nggak mungkin saya perlakukan seperti bandar,” kisahnya.

Buwas lalu berkunjung ke Kolombia. Di sana, dia belajar bagaimana petani ganja berubah jadi petani kopi.

Dia kemudian menerapkan apa yang dipelajarinya di Kolombia. Buwas mengubah petani ganja menjadi petani kopi.

“Waktu petani panen kopi, mereka tanya mau diapakan biji kopi itu. Saya waktu tiga hari lagi pensiun. Saya jawab bahwa saya yang beli, saya tampung,” kenangnya.

Buwas lalu belajar cara memproses kopi secara otodidak.

“Saya baca, belajar caranya sampai saya bisa menghasilkan kopi yang baik,” katanya.

Lahirlah Kopi Jenderal yang lebih dulu dipasarkan di Eropa. Kini Kopi Jenderal dipasarkan di dalam negeri.

Buwas bercita-cita membangun “sekolah kopi” untuk menularkan bisnis kopi kepada anak-anak muda.

Atas jasanya mengubah petani ganja menjadi petani kopi, Dewan Adat di Pemkab Gato Luwes dan Biruen menganugerahinya gelar adat.

“Malah di kedua kabupaten ada nama jalan pakai nama saya. Biasanya orang sudah meninggal yang namanya dipakai nama jalan,” pungkas Buwas.***MIOL

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*