15 Februari 2020

Terlambat RDP, Budi Mardiyanto Usir Teddi Nuh Perwakilan BPM

BATAM | INFORMASITERPERCAYA.COM

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 1 DPRD Kota Batam membahas perizinan proyek pembangunan Apartemen Pollux Habibie, Jum’at (14/2/2020) awalnya berjalan dengan tenang saling memberi tanggapan kemudian berjalan berlangsung dengan tegang akibat ketua merasa kecewa karena perwakilan BPM Tedi Nuh terlambat hadir.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardianto meminta perwakilan BPM Teddi Nuh yang datang di usir dari ruangan akibat terlambat hadir di lokasi RDP. Kekecewaan Budi Mardianto. SE MM, ” Dengan Ucapan Keras , Kamu sudah Melanggar institusi Pemerintahan, memyepelekan surat panggilan kami “.

Silahkan Kelur dari ruangan ini, rapat sudah mau selesai sudah mulai tampak saat RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I tersebut sudah dihadiri para perwakilan instansi terkait, bahkan Pollux dan warga Mitra Raya Batam, namun BPM belum juga hadir di lokasi acara.

Di awal pertemuan, RDP sudah mulai hangat. Budi yang memimpin RDP itu mempertanyakan perizinan pembangunan Apartemen Pollux Habibie, termasuk tembok atau pagar yang roboh beberapa waktu lalu. “Itu yang kami ingin tanyakan. Terkait dokumen perizinan bangunan tower dan dokumen lainnya berkaitan izin, amdal, dan IMB gedung yang telah dibangun Pollux Habibie,” ungkapnya.

Selain perwakilan dari Pollux Habibie dan BP Batam, juga hadir dari DLH Kota Batam. “Hal yang bersifat teknis bisa di Komisi III, kalau kami lebih pada perizinannya. Dokumen apa-apa yang perlu di lengkapi dan bagaimana cara mendapatkan perizinan, apa yg mesti dilengkapi,” kata Budi.

Pihaknya juga ingin mengetahui proses pembangunan gedung dan bangunana di Pollux Habibie, apakah menggunakan para konsultan yang tersertifikasi atau tidak. “Itu yang kami ingin tahu,” paparnya. Perwakilan Pollux Habibie mengatakan, Bahwa perusahaan secara legal formil sudah memenuhi semua persyaratan dokumen perizinan. Luas lahan yang saat ini dibangun 8,6 ha. Ada tujuh lot.

Kemudian IMB untuk empat tower juga sudah ada. Jadi terkait perisinan sudah terpenuhi, termasuk Amdal, IMB, patwaplanologi, dan izin lingkungan. Saat RDP sudah berlangsung satu jam lebih, Kabid Perizinan mewakili Badan Penanaman Modal (BPM) Tedy Nuh baru tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB. Ia tak bisa mengikuti RDP karena dinilai telah melecehkan Komisi I DPRD Batam.

Pihaknya mengaku, alasan keterlambatan dirinya hadir di RDP tersebut karena memenuhi panggilan BPKP Sekupang. “Mohon maaf atas keterlambatan kami, sebelumnya kami menghadiri undangan rapat dengan BPKP di sekupang, “ungkap Tedy.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam Budi Mardianto merasa dilecehkan dan tidak hargai. “Kami Komisi 1 DPRD Kota Batam merasa dilecehkan dan tidak dihargai, Bapak datang pun nyambung atau tidak dengan apa yang kita bicarakan tadi, ” tegasnya. Budi Mardianto meminta agar Tedy Nuh meninggalkan lokasi rapat tersebut. “Tidak perlu anda jelaskan itu, silahkan tinggalkan tempat ini, ” ucap Ketua Komisi 1 DPRD dengan nada agak keras.***INDRALIS

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*